Pencarian

Podcast Kelupas

Perkuat Penanganan Karhutla, PTPN IV PalmCo Siagakan 660 Personel di Riau

Ahad, 27 September 2026 • 06:19:45 WIB
Perkuat Penanganan Karhutla, PTPN IV PalmCo Siagakan 660 Personel di Riau
PTPN IV PalmCo Siagakan 660 Personel di Riau.

PEKANBARU (RA) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menyiagakan ratusan personel regu pemadam kebakaran (Damkar) beserta sarana pendukung di sejumlah wilayah rawan.

Tak hanya di Riau, personel PTPN IV PalmCo juga dikerahkan untuk mendukung Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah bersama instansi terkait.

"Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen. Kami berupaya untuk terus mendampingi Satgas di lapangan. Personel dan peralatan yang ada di perusahaan selalu kami siagakan," kata Jatmiko, akhir pekan ini.

Untuk memperkuat deteksi dini, PTPN IV PalmCo juga memanfaatkan GeoPalm Dashboard. Sistem digital tersebut menggunakan data satelit, informasi geospasial dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi Karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Sistem pemantauan ini berfungsi sebagai salah satu lapis peringatan dini (early warning system). Namun, efektivitas penanganannya tetap sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi tim gabungan di lapangan pada saat verifikasi serta eksekusi dilakukan," ujarnya.

Di Riau, personel PTPN IV PalmCo disebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Siak, Kampar dan Indragiri Hulu. Sedikitnya 660 personel Damkar disiagakan untuk mendukung upaya preventif dan preemtif di wilayah Bumi Lancang Kuning.

Personel dibekali berbagai peralatan pemadaman, seperti mesin pompa air berkekuatan 25 tenaga kuda, nozzle bertekanan tinggi hingga armada patroli.

Salah satu aksi pemadaman dilakukan di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Personel PTPN IV PalmCo bergabung bersama Satgas yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan BPBD untuk menangani kebakaran lahan gambut milik masyarakat dengan luas sekitar 40 hektare.

Medan yang sulit membuat tim harus mengarungi sungai untuk mencapai lokasi. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak terdapat bara yang tersisa di dalam lapisan gambut.

Kolaborasi serupa juga dilakukan di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, saat tim gabungan menangani titik api di area berbukit seluas sekitar 4 hektare. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik lainnya di Kabupaten Kampar.

Tak hanya di Riau, PTPN IV PalmCo turut memperkuat penanganan Karhutla di Kalimantan. Tim Damkar perusahaan berkolaborasi dengan TNI, Polri dan BPBD setempat dalam menangani kebakaran di area masyarakat, antara lain di Kabupaten Pelaihari dan Kabupaten Banjar.

Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mempercepat proses pelokalisasian api dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Untuk mendukung operasi gabungan di Kalimantan, perusahaan juga menyiagakan berbagai sarana mitigasi. Terdapat 594 unit kelengkapan individu, 48 unit kelengkapan regu, 155 unit peralatan tangan, 80 unit pompa air beserta kelengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit prasarana deteksi dini cuaca.

Dorong Pencegahan Terpadu

Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan upaya perusahaan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Pencegahan dan mitigasi sejak dini menjadi bagian penting dalam strategi penanganan Karhutla.

"Fokus mitigasi kami mencakup penguatan prasarana deteksi dini (AWS/Sistem Pemantauan Cuaca) untuk memetakan risiko, memastikan kelaikan standar sarana penanggulangan bencana, serta melakukan patroli teritorial secara rutin bersama aparat dan instansi terkait," jelas Ugun.

Upaya pencegahan juga melibatkan masyarakat melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Program tersebut mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Di antaranya melalui pembangunan infrastruktur tata air untuk menjaga kelembapan lahan gambut, edukasi praktik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), serta pendampingan komoditas alternatif yang dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, seperti nanas.

"Kecepatan merespons laporan (quick response) menjadi faktor esensial dalam memitigasi bencana ini. Harapannya, dengan sarana penunjang yang memadai serta koordinasi melekat antar-instansi, titik api sedini mungkin bisa diatasi sehingga tidak membawa dampak kerugian yang lebih luas bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya," tutup Ugun.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks