Bunda PAUD Kampar Sosialisasikan Wajib Belajar Prasekolah di Wilayah 3T

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:04:31 WIB
Bunda PAUD Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, sosialisasikan wajib belajar prasekolah di wilayah 3T.

KAMPAR (RA) - Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, menyusuri Sungai Subayang menggunakan piyau atau sampan selama sekitar tiga jam untuk menjangkau anak-anak usia prasekolah di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (8/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di daerah 3T sekaligus menyerahkan bantuan alat belajar kepada anak-anak di lima desa.

Tiga desa dikunjungi langsung, yakni Desa Muara Bio, Desa Gajah Bertalut dan Desa Terusan. Sementara bantuan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Desa Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridarmawan, Kabid PAUD Disdikpora Kabupaten Kampar Taufik Wahyudiansyah, serta anggota Forum PAUD Kabupaten Kampar.

Selain sosialisasi Perbup Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, kunjungan juga dirangkai dengan program PAUD Multijenjang, APE Keliling (Alat Permainan Edukatif Keliling), dan Bunda PAUD Peduli.

Di hadapan anak-anak dan masyarakat, Ny. Tengku Nurheryani memberikan motivasi agar anak-anak tetap semangat belajar meski tinggal di wilayah dengan tantangan akses dan jarak.

"Anak-anak Bunda sekalian harus semangat dalam menuntut ilmu. Rajin belajar, karena pendidikan adalah bekal untuk meraih cita-cita dan menjadi orang sukses di masa depan," ujar Tengku Nurheryani.

Ia mengatakan, Forum PAUD Kabupaten Kampar juga memiliki sejumlah program untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini di daerah terpencil, di antaranya GAS (Gerakan Ayo Sekolah) PAUD dan Jangkeling (Jelajah Negeri oleh Guru Keliling).

"Melalui program GAS PAUD dan Jangkeling, nantinya akan ada guru-guru kita yang datang ke desa-desa ini untuk mengajar minimal satu kali dalam seminggu. Jadi kepada para orang tua, jangan bosan untuk mengantar anak-anaknya ketika program Jangkeling datang," katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dan Forum PAUD Kabupaten Kampar dalam mewujudkan pemerataan pendidikan sehingga anak-anak di wilayah 3T tetap mendapatkan kesempatan belajar yang layak sejak usia dini.

Ia berharap orang tua dan masyarakat turut memberikan dukungan agar berbagai program pendidikan anak usia dini dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Kita ingin anak-anak di seluruh pelosok Kampar mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Mari bersama-sama memberikan dukungan, terutama para orang tua, agar anak-anak kita rajin belajar dan terus mengejar cita-cita," tambahnya.

Perjalanan menuju desa-desa di kawasan Kampar Kiri Hulu tersebut sekaligus menjadi pengalaman tersendiri bagi rombongan.

Dengan menggunakan piyau, rombongan menyusuri Sungai Subayang selama kurang lebih tiga jam untuk menjangkau masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi wilayah dan akses pendidikan di kawasan tersebut.

Terkini

Terpopuler