Malaria Ancam Warga Sinaboi, Tokoh Masyarakat Minta Solusi Nyata dari Pemda Rohil

Jumat, 31 Juli 2026 | 17:18:00 WIB
Ilustrasi istimewa.

ROHIL (RA) - Masyarakat Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, meminta pemerintah daerah meningkatkan keseriusan dalam menangani malaria yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah pesisir tersebut.

Warga menilai upaya penanganan yang dilakukan selama ini belum mampu memberikan solusi jangka panjang. Kasus malaria disebut masih terus bermunculan dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, mengatakan malaria bukan lagi persoalan baru bagi masyarakat Sinaboi. Menurutnya, pemerintah perlu menyusun langkah yang terukur dan berkelanjutan agar penyakit tersebut dapat dikendalikan secara menyeluruh.

"Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah yang berkelanjutan dan terukur hingga malaria benar-benar dapat dikendalikan," ujar Khairul kepada Riauaktual.com, Jumat (31/7/2026).

Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait memperkuat berbagai upaya pencegahan, mulai dari pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, penyediaan obat-obatan, edukasi kepada masyarakat, hingga peningkatan pelayanan kesehatan.

"Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam bayang-bayang malaria yang datang silih berganti setiap tahun. Sudah saatnya ada komitmen yang nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang," tegasnya.

Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan, menilai malaria tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.

"Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Kami berharap pemerintah menghadirkan program penanganan yang berkesinambungan, mulai dari pencegahan, penyemprotan berkala, peningkatan pelayanan kesehatan hingga edukasi kepada masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat," ujarnya.

Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menyatakan pemerintah kepenghuluan siap mendukung berbagai program pemberantasan malaria bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan.

"Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Harapan kami, perhatian pemerintah semakin maksimal sehingga angka kasus malaria di Sinaboi dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman," katanya.

Masyarakat berharap penanganan malaria di Kecamatan Sinaboi menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui penguatan pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara rutin, penyediaan obat-obatan, peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan, serta edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat.

Dengan langkah yang konsisten dan melibatkan seluruh pihak, warga berharap Kecamatan Sinaboi dapat terbebas dari ancaman malaria yang selama ini terus berulang dan mengganggu kualitas hidup masyarakat.

Tags

Terkini

Terpopuler