Cegah Banjir dan Erosi, Mahasiswa Kukerta UNRI Tanam 80 Bibit Pohon di Bantaran Sungai Indragiri

Kamis, 23 Juli 2026 | 21:28:36 WIB
Kegiatan Pasir Kemilu Menanam oleh Mahasiswa Kukerta UNRI.

INHU (RA) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pasir Kemilu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Rengat, Polsek Rengat, dan masyarakat menggelar gerakan "Pasir Kemilu Menanam" di bantaran Sungai Indragiri.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 80 bibit pohon ditanam sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan erosi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Bibit pohon yang ditanam merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Kukerta UNRI dengan BKSDA Wilayah I Rengat dan Polsek Rengat. Kegiatan ini juga didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta Universitas Riau, Suroyo.

Gerakan penghijauan yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) lalu ini dihadiri Camat Rengat Marlius, Kepala Desa Pasir Kemilu Dedi Roni, perwakilan BKSDA Wilayah I Rengat, Polsek Rengat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT/RW, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Sebanyak 80 bibit yang ditanam terdiri atas meranti merah, pulai, samak, mahoni, trembesi, rambutan, dan jambu biji. Selain memperkuat bantaran sungai dan mengurangi erosi, pohon-pohon tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjadi warisan hijau bagi masyarakat Desa Pasir Kemilu.

Camat Rengat, Marlius, berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

"Saya berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama oleh masyarakat sehingga tumbuh dengan baik dan menjadi pelindung lingkungan dari ancaman banjir dan erosi. Gerakan seperti ini perlu terus dilanjutkan sebagai budaya peduli lingkungan," harap Marlius melalui keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Selain melakukan penanaman pohon, mahasiswa Kukerta Universitas Riau juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vegetasi pelindung di daerah aliran sungai sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta Universitas Riau, Suroyo, mengatakan program Kukerta tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Kukerta bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Penanaman pohon ini adalah investasi ekologis sekaligus bentuk kepedulian bersama untuk menjaga kelestarian Sungai Indragiri bagi generasi mendatang," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasir Kemilu, Dedi Roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam mendorong gerakan penghijauan di wilayahnya.

"Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa Kukerta Universitas Riau. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga mampu mengurangi erosi dan banjir serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.

Selama masa pengabdian di Desa Pasir Kemilu, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berkomitmen memantau perkembangan bibit yang telah ditanam. Mereka berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan gerakan penghijauan berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui semangat "Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Esok Hari", gerakan Pasir Kemilu Menanam diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya budaya peduli lingkungan yang terus berkembang dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Terkini

Terpopuler