Sektor Putra Tunjukkan Standar Kompetitif pada Audisi Umum PB Djarum di Pekanbaru

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:26:00 WIB
Shaqeel Alghifari Farzani.

PEKANBARU (RA) - Sebanyak 120 peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kota Pekanbaru masih melanjutkan asa menjadi juara. Di pertandingan tahap turnamen kategori putra U-11 dan KU-12 semakin sengit dan kompetitif demi memperebutkan Super Tiket melalui jalur kompetisi, Jumat (10/7/2026).

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy de Pauw, menilai kemajuan bulutangkis di luar pulau saat ini patut diapresiasi. Ia mengaku bangga karena kualitas permainan yang ditampilkan para peserta putra sudah berada di standar kompetitif.

Menurutnya, pembinaan usia dini di sejumlah daerah mulai berkembang dalam usaha melahirkan bibit-bibit atlet yang layak dipertimbangkan untuk pembinaan lebih lanjut.

Dalam menilai seorang atlet putra, Coach Holvy menyebut beberapa kriteria utama yang menjadi perhatian tim pencari bakat. Fondasi dasar bulutangkis menjadi syarat penting, mulai dari kualitas pukulan hingga footwork. Selain itu, postur tubuh juga menjadi nilai tambah, meski bukan faktor utama. Ia menekankan bahwa aspek lain seperti daya juang, kecerdasan membaca permainan, serta kemampuan mengantisipasi arah bola juga menjadi indikator penting dalam melihat potensi seorang pemain.

“Saya cukup kaget tapi juga bangga dengan kemajuan bulutangkis di luar pulau Jawa. Menurut saya, talenta yang bagus punya fondasi dasar badminton mumpuni. Dari pukulan, footwork, itu harus ada. Selain itu, postur jadi nilai tambah, lalu kepintaran di lapangan, kemampuan membaca bola, dan daya juang yang tidak gampang menyerah juga masuk kriteria kami,” kata Holvy.

Coach Holvy memandang pembinaan atlet putra ke depan harus menyesuaikan perkembangan persaingan internasional yang semakin ketat. Ia menyoroti pentingnya tiga elemen utama dalam permainan tunggal putra modern, terlebih dengan adanya rencana perubahan sistem skor menjadi gim 15 poin. Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah faktor penting dalam membentuk atlet berkelas.

“Kalau melihat perkembangan tunggal putra sekarang, hal yang perlu ditingkatkan bagi seorang atlet adalah speed, power, dan konsistensi. Selain penguatan kualitas teknik dan fisik, kompetisi internal, turnamen berjenjang, support system, sports science, sampai analisis video juga sangat penting untuk membantu atlet berkembang dan siap bersaing di level tertinggi,” ujarnya.

Strategi jitu dan daya juang tinggi di lapangan demi bisa meraih Super Tiket ditunjukkan salah seorang pemain pada sektor U-11 Putra, Shaqeel Alghifari Farzani. Dirinya yang berhadapan dengan Azka Putra Irwan sempat mengalami kekalahan di gim pertama 14-21.

Namun, ia sanggup memperlihatkan mentalitas pemenang saat bangkit di gim kedua dan meraih kemenangan dengan 21-9. Konsistensi permainan impresifnya sempat diuji ketika sudah unggul 20-16 di gim penentuan.

Peserta asal PB Allstars Juniors, Kota Payakumbuh ini kehilangan lima poin beruntun tetapi tidak menyerah hingga akhirnya mengunci kemenangan 23-21.

“Pertandingan tadi sengit, saya sempat mengalami kekalahan di gim pertama. Saya baru bisa tampil percaya diri di gim kedua, meski sempat naik turun di gim ketiga lantaran sudah mulai lelah. Saya mengikuti arahan pelatih untuk mengombinasikan arah bola ke depan dan ke belakang. Strategi itu cukup berhasil karena lawan terlihat kesulitan dan kelelahan mengejar bola,” ucap Shaqeel.

Mampu meraih kemenangan membuat Shaqeel senang dan bahagia, tetapi juga menyadari masih ada kekurangan dalam penampilannya. Atlet yang duduk di bangku kelas 5 SD ini menyoroti sektor servis sebagai bagian yang perlu diperbaiki. Selain itu juga kesiapan untuk lebih cepat menemukan ritme permainan sejak awal pertandingan.

“Saya tentu senang bisa memenangi pertandingan. Tapi penampilan saya masih ada kurangnya, terutama saat melakukan servis karena beberapa kali bola keluar. Saya juga harus bisa lebih cepat panas supaya bisa memaksimalkan peluang untuk menang,” pungkasnya.

Tags

Terkini

Terpopuler