PEKANBARU (RA) – Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, menilai penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Provinsi Riau sebagai pusat industri kelapa sawit nasional.
Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) itu, manfaat industri sawit kini semakin besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mulai dari tingkat desa hingga menjadi penyumbang devisa negara.
"SIEXPO ke-4 tahun 2026 adalah momentum yang sangat tepat di tengah semakin tingginya manfaat sawit, khususnya dalam mendorong perekonomian dari desa ke kabupaten, dari kabupaten ke provinsi, dari provinsi ke Indonesia, hingga dari Indonesia ke dunia. Karena itu, Riau sebagai barometer perkebunan kelapa sawit Indonesia harus mendapatkan tempat sebagai rumahnya sawit Indonesia," kata Gulat.
Ia mengatakan, penyelenggaraan SIEXPO tahun ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Riau sehingga diyakini akan semakin menyemarakkan suasana di Pekanbaru.
Menurut Gulat, peserta SIEXPO 2026 dipastikan datang dari tujuh negara serta seluruh provinsi sentra sawit di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
"Petani, perusahaan, hingga pelaku usaha sawit akan hadir. Tentu Pekanbaru akan semakin ramai pada 6 sampai 8 Agustus nanti," ujarnya.
Ia optimistis SIEXPO bukan hanya menjadi ajang pameran teknologi dan bisnis, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kolaborasi seluruh pelaku industri sawit nasional.