Awas Penipuan! Nama Kepala Basarnas Pekanbaru Dicatut Saat Operasi SAR Kapal Tenggelam di Siak

Selasa, 07 Juli 2026 | 22:38:47 WIB
Penipuan mengatas namakan Kepala Basarnas Pekanbaru.

PEKANBARU (RA) - Dugaan aksi penipuan mencatut nama Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, muncul di tengah berlangsungnya operasi pencarian korban kapal pompong tenggelam di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Selasa (7/7/2026).

Pelaku diduga memanfaatkan situasi darurat dengan menghubungi salah seorang perwakilan perusahaan pelayaran dan meminta sejumlah uang sambil mengaku sebagai Kepala Kantor SAR Pekanbaru.

Humas Kantor SAR Pekanbaru, Kukuh Widodo, membenarkan adanya dugaan pencatutan nama tersebut. Menurutnya, nomor telepon yang digunakan pelaku bukan milik Kepala Kantor SAR Pekanbaru.

"Benar, telah terjadi dugaan penipuan yang mengatasnamakan Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Bapak Budi Cahyadi. Nomor telepon yang digunakan pelaku bukan merupakan nomor milik beliau," kata Kukuh, Selasa (7/7/2026).

Kukuh menjelaskan, dugaan penipuan itu terjadi ketika Basarnas tengah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal pompong yang tenggelam di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dalam aksinya, pelaku diduga menghubungi salah seorang perwakilan perusahaan pelayaran berinisial J dan meminta uang dengan mengatasnamakan Kepala Kantor SAR Pekanbaru.

Beruntung, aksi tersebut dapat diketahui lebih awal sehingga tidak mengganggu jalannya operasi pencarian korban.

Kukuh menegaskan seluruh layanan pencarian dan pertolongan yang dilakukan Basarnas diberikan secara gratis tanpa memungut biaya apa pun, baik kepada masyarakat maupun pihak perusahaan.

"Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa seluruh pelaksanaan Operasi SAR tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika ada pihak yang menghubungi dan meminta uang dengan mengatasnamakan Basarnas ataupun Kepala Kantor SAR Pekanbaru, dipastikan itu adalah penipuan," tegasnya.

Basarnas mengimbau masyarakat, instansi, maupun perusahaan agar selalu melakukan verifikasi apabila menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan pejabat Basarnas dan meminta sejumlah uang.

"Kami mengimbau agar setiap informasi yang mengatasnamakan Basarnas terlebih dahulu dikonfirmasi melalui kanal resmi Kantor SAR Pekanbaru. Jangan mudah mentransfer uang kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitasnya," ujar Kukuh.

Ia menambahkan, pencatutan nama pejabat Basarnas tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian materi, tetapi juga dapat mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga yang menjalankan tugas kemanusiaan.

"Operasi SAR adalah misi kemanusiaan. Seluruh layanan pencarian, pertolongan, dan evakuasi yang dilakukan Basarnas diberikan secara gratis. Kami meminta masyarakat agar waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Basarnas maupun pejabat kami," tutup Kukuh.

Terkini

Terpopuler