PEKANBARU (RA) – Produk sampingan industri kelapa sawit berupa bungkil sawit dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Karena itu, komponen tersebut diharapkan dapat dimasukkan sebagai salah satu instrumen dalam penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau.
Anggota Tim Penetapan Harga TBS Sawit Riau dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir), Katimin, mengatakan selama ini bungkil sawit belum diperhitungkan dalam formula penetapan harga TBS, padahal memiliki nilai jual yang cukup besar.
"Ini yang sebetulnya akan kita ajukan juga untuk masuk dalam instrumen harga, sehingga juga bisa lebih mendongkrak harga TBS. Karena bungkil juga memiliki nilai ekonomi, namun selama ini tidak dihitung," kata Katimin.
Menurutnya, harga bungkil sawit di tingkat eceran saat ini berkisar Rp2.500 per kilogram. Sementara di tingkat pabrik diperkirakan masih berada di kisaran Rp1.200 per kilogram.
Katimin menilai, apabila nilai ekonomi bungkil sawit dimasukkan dalam perhitungan indeks K, maka akan memberikan tambahan nilai bagi petani melalui kenaikan harga TBS.
Bungkil sawit atau palm kernel cake merupakan hasil samping dari proses ekstraksi minyak inti sawit (palm kernel oil). Meski tergolong produk sampingan, bungkil memiliki kandungan protein kasar sekitar 14–19 persen sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak, terutama sapi, kambing, domba, hingga unggas.
Selain protein, bungkil sawit juga mengandung serat dan energi yang cukup tinggi sehingga menjadi bahan pakan yang ekonomis.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, bungkil sawit juga memiliki nilai ekspor yang cukup baik karena permintaannya terus meningkat sebagai bahan baku industri pakan ternak di berbagai negara.
Kondisi ini membuat bungkil tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan industri pengolahan sawit.
Katimin berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mengkaji usulan tersebut agar formula penetapan harga TBS di Riau semakin mencerminkan seluruh nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan langsung oleh petani.