Dugaan Pemalsuan Dokumen PT SBP ke Penyidikan, Polda Riau akan Tetapkan Tersangka

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:31:00 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua.

PEKANBARU (RA) - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau memastikan penanganan perkara dugaan pemalsuan dokumen yang berkaitan dengan PT SBP telah memasuki tahap penyidikan. Penyidik kini bersiap menggelar perkara sebelum menetapkan tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Muhammad Hasyim Risahondua, mengatakan perkembangan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Mapolda Riau pada Kamis (2/7/2026).

Dalam aksi itu, massa mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan penyerangan terhadap karyawan serta dugaan penerbitan dokumen palsu.

"Proses untuk dokumen yang diduga dipalsukan sudah naik ke tahap penyidikan. Tahap penyidikan ini akan kami gelarkan dan selanjutnya kami akan menetapkan para tersangka," kata Hasyim, Jumat (3/7/2026).

Selain perkara dugaan pemalsuan dokumen, Hasyim menyampaikan penyidik juga terus memburu pelaku penyerangan terhadap karyawan yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok dan luka tembak.

Menurutnya, hingga saat ini polisi telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Sementara dua orang lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan dalam pengejaran.

"Untuk kasus penyerangan, sudah tiga orang ditangkap. Masih ada dua lagi yang DPO dan saat ini masih kami lakukan pengejaran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sisa pelaku yang masih buron bisa kami tangkap," ujarnya.

Saat ditanya mengenai pihak yang dilaporkan dalam perkara dugaan pemalsuan dokumen, Hasyim belum bersedia mengungkap identitas para terlapor.

Namun, ia memastikan jumlah pihak yang diperiksa lebih dari satu orang.

"Lebih dari satu orang. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut setelah proses penyidikan berjalan," tutupnya.

Polda Riau menegaskan proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, baik dalam perkara dugaan pemalsuan dokumen maupun kasus penyerangan terhadap karyawan.

Terkini

Terpopuler