Abdul Wahid Mengaku Pernah Diancam SF Hariyanto, Singgung Rekaman Penyidikan KPK

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54:03 WIB
Sidang Abdul Wahid

PEKANBARU (RA) – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mengaku pernah mendapat ancaman dari Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto. Pengakuan itu disampaikannya saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Di hadapan majelis hakim, Abdul Wahid menceritakan pertemuannya dengan SF Hariyanto yang terjadi pada bulan Ramadan 2025.

"Saat bulan Ramadan itu saya ditelepon oleh Pak SF, dia bilang mau ke kediaman saya. Kemudian saya bilang tidak usah, biar saya yang ke kediaman bapak," ujar Abdul Wahid.

Ia mengatakan, setelah mengikuti safari Ramadan dan menunaikan salat di Masjid Raya An Nur, dirinya mendatangi kediaman SF Hariyanto bersama Tata Maulana, Dani M Nursalam, dan Rafi.

"Setelah saya safari Ramadan, kemudian saya salat di Masjid Raya An Nur, kemudian saya datang ke kediaman beliau. Saya bersama Tata Maulana, Dani M Nursalam dan Rafi," katanya.

Menurut Abdul Wahid, sesampainya di kediaman SF Hariyanto, dirinya langsung diperlihatkan rekaman pemeriksaan saat menjadi saksi dalam penyidikan KPK terkait kasus PON Riau tahun 2012.

"Begitu saya datang, dia duduk di meja, saya di kursi, agak berjarak, saya seperti anak buah lah. Kemudian beliau langsung menunjukkan rekaman ketika saya sedang diperiksa oleh Pak Kristian dan Pak Muslim. Itu rekaman penyidikan KPK kasus PON 2012," ungkapnya.

Tak hanya itu, Abdul Wahid mengaku juga diperdengarkan rekaman percakapan telepon pribadinya dengan seorang teman yang menurutnya hanya berisi gurauan.

"Selain itu, setelah penyidikan berakhir, ada rekaman telepon saya bergurau, bercanda-canda dengan teman saya, itu juga didengarkan kepada saya. Padahal dalam telepon itu saya bilang, ini saya gurau-gurau pak, saya main-main saja," ujarnya.

Abdul Wahid mengaku heran bagaimana rekaman yang menurutnya merupakan bagian dari proses penyidikan KPK bisa berada di tangan SF Hariyanto.

"Yang anehnya, kok rekaman itu sampai ke Pak SF. Dia juga bilang, 'Pak Wahid hati-hati, saya punya rekaman Pak Wahid. Saya orangnya pikirannya kotor, dan tangan saya ada di mana-mana. Kalau Pak Wahid tidak menurut saya, ingat, tangan saya ada di mana-mana.' Lalu saya bilang, 'O iya terima kasih pak, saya tantang bapak,' saya bilang," tuturnya.

Keterangan tersebut disampaikan Abdul Wahid saat memberikan jawaban atas pertanyaan dalam agenda pemeriksaan terdakwa. 

Saat ini, sidang pembuktian telah selesai dilaksanakan. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pekan depan dengan agenda tuntutan yang akan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tags

Terkini

Terpopuler