Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Senin, 08 Juni 2026 | 10:35:04 WIB
Ilustrasi gempa. (foto: internet)

JAKARTA (RA) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah laut di barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami dan telah mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah di Indonesia.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 07.37.42 Wita dengan pusat gempa berada sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Gempa berada pada kedalaman 105 kilometer dengan koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur.

Dalam keterangan resminya, BMKG menetapkan status Siaga dan Waspada tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan pascagempa.

Wilayah yang berstatus Siaga meliputi Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara bagian utara, Minahasa bagian utara, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Kabupaten Buol, dan Kabupaten Tolitoli.

Sementara itu, wilayah yang berstatus Waspada antara lain Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Minahasa Selatan bagian selatan, Kota Ternate, Kota Tidore, Kutai Timur, Bulungan, dan Nunukan.

BMKG memperkirakan gelombang tsunami dapat tiba di sejumlah wilayah tersebut dalam rentang waktu antara pukul 06.51 WIB hingga 08.14 WIB, sesuai dengan lokasi masing-masing daerah.

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah mitigasi sesuai tingkat status yang telah ditetapkan.

Untuk wilayah berstatus Siaga, pemerintah daerah diminta segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan masyarakat di daerah berstatus Waspada diminta menjauhi kawasan pantai, pesisir, dan tepian sungai hingga ada informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun pemerintah daerah setempat.

Otoritas terkait saat ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan serta potensi dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Tags

Terkini

Terpopuler