BENGKALIS (RA) - Angin puting beliung yang menerjang Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (7/6/2026) pagi, tak hanya merusak bangunan sekolah dan rumah warga.
Cuaca ekstrem tersebut juga menumbangkan sejumlah tiang listrik dan merusak trafo PLN, sehingga menyebabkan sebagian wilayah masih mengalami pemadaman listrik.
Selain menghancurkan bangunan SMP Negeri 1 Bandar Laksamana, sebuah taman kanak-kanak (TK), dan tiga rumah warga, terjangan angin kencang juga mematahkan jaringan listrik yang melayani kawasan terdampak.
Manager PT PLN (Persero) ULP Bengkalis, Ade Pratama Saputra, mengatakan pihaknya langsung bergerak melakukan penanganan setelah menerima laporan kerusakan akibat bencana tersebut.
"Saat ini tim PLN Bengkalis sedang melakukan perbaikan di lokasi. Untuk penanganan tiang listrik yang rusak, kami juga sudah meminta bantuan tim dari PLN Dumai yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Desa Api-Api," ujar Ade.
Menurut Ade, kerusakan yang terjadi cukup parah. Sedikitnya tiga tiang listrik patah, empat tiang lainnya miring, serta tiga unit trafo mengalami kerusakan.
"Ada tiga tiang yang patah dan empat tiang yang miring. Selain itu terdapat tiga trafo yang mengalami kerusakan dan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum aliran listrik dapat dinormalkan sepenuhnya," jelasnya.
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah pelanggan PLN di Desa Api-Api hingga Minggu sore masih belum mendapatkan pasokan listrik.
"Sebagian pelanggan memang masih mengalami pemadaman karena proses perbaikan trafo dan jaringan masih berlangsung. Kami berupaya agar penanganan dapat selesai secepat mungkin," tambahnya.
Sebelumnya, puting beliung yang disertai hujan deras menerjang kawasan Jalan Lintas Dumai-Pakning sekitar pukul 08.30 WIB.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan berat pada SMP Negeri 1 Bandar Laksamana dengan sedikitnya 20 ruang kelas terdampak.
Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, menyebut hampir seluruh fasilitas sekolah mengalami kerusakan, mulai dari ruang kelas, kantor, laboratorium hingga rumah dinas kepala sekolah. Selain itu, satu bangunan TK dan tiga rumah warga juga mengalami kerusakan berat.
Meski kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kejadian berlangsung saat hari libur sekolah.
Hingga kini, pemerintah desa bersama instansi terkait masih melakukan pendataan kerusakan, sementara petugas PLN terus berjibaku memulihkan jaringan listrik agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.