Dapur MBG di Bengkalis Diduga Gunakan Aset YPPI Tanpa Kejelasan Administrasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:41:50 WIB
Dapur MBG di Bengkalis Diduga Gunakan Aset YPPI.

BENGKALIS (RA) - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sahabat Mulia yang mengoperasikan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan HR Soebrantas, Gang Penghulu Ros, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, menuai sorotan.

Pasalnya, bangunan yang digunakan untuk menjalankan program prioritas nasional tersebut diduga merupakan aset milik Yayasan Pesantren Pendidikan Islam (YPPI) Bengkalis. Hingga kini, status administrasi penggunaan aset tersebut belum diketahui secara jelas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan lahan dan bangunan yang saat ini difungsikan sebagai dapur MBG merupakan milik YPPI Bengkalis. 

Namun belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama antara yayasan dengan pihak SPPG Sahabat Mulia, baik dalam bentuk pinjam pakai, sewa menyewa maupun kerja sama lainnya.

Salah seorang pengurus YPPI Bengkalis yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui adanya dokumen resmi terkait penggunaan aset tersebut.

"Setahu saya tidak ada surat menyurat pinjam pakai ataupun sewa menyewa antara pihak YPPI dengan pihak SPPG Sahabat Mulia," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum penggunaan bangunan yang saat ini telah aktif menjalankan program pemenuhan gizi bagi para pelajar di Bengkalis.

Upaya konfirmasi kepada Kepala KPPG Provinsi Riau, Widya, melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon belum memperoleh tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Hal serupa juga terjadi saat wartawan meminta klarifikasi kepada penanggung jawab SPPG Sahabat Mulia, M. Alifunnas. 

Hingga kini belum ada penjelasan terkait status penggunaan gedung yang disebut-sebut merupakan aset milik YPPI Bengkalis tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bengkalis, Firman, membenarkan bahwa SPPG Wonosari telah beroperasi sekitar tiga bulan terakhir.

Namun terkait mekanisme penggunaan bangunan tersebut, Firman mengaku belum mengetahui secara rinci.

"Sudah berjalan tiga bulan. Bangunan yang digunakan, saya belum mengetahui pasti bagaimana mekanismenya. Coba saya hubungi dulu pihak SPPG-nya," katanya.

Fakta bahwa dapur MBG tersebut telah beroperasi selama berbulan-bulan sementara status administrasi penggunaan bangunan belum jelas, memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola dan pengawasan pelaksanaan program di lapangan.

Tags

Terkini

Terpopuler