Ditembak dan Dibacok, Korlap PT SBP Ceritakan Detik-detik Penyerangan Berdarah

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:15:00 WIB
Korlap PT SBP, Ediyanto, Ceritakan Detik-detik Penyerangan Berdarah.

PEKANBARU (RA) - Korban penyerangan di area PT SBP, Ediyanto (46), akhirnya angkat bicara. Koordinator Lapangan (Korlap) perusahaan itu menceritakan detik-detik dirinya dibacok dan ditembak oleh sekelompok orang saat berada di lokasi kerja, Senin (1/6/2026) pagi.

Dalam peristiwa tersebut, tidak hanya Ediyanto yang menjadi korban. Sedikitnya lima orang lainnya juga mengalami kekerasan saat penyerangan berlangsung.

Akibat serangan itu, Ediyanto mengalami luka bacok di kedua tangan serta luka tembak di paha kiri hingga harus menjalani operasi pengangkatan proyektil.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB saat dirinya bersama sejumlah rekan masih sarapan di area perusahaan.

"Saat itu kami belum selesai sarapan. Tiba-tiba mereka masuk ke lokasi. Ada yang membawa senjata tajam dan senjata api," kata Ediyanto, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, salah seorang pelaku sempat melontarkan ancaman dan meminta alat berat yang berada di lokasi segera dikeluarkan.

"Mereka bilang, 'keluarkan alat, kalau tidak kupotong kepala kau'. Setelah itu langsung mengayunkan kapak ke arah saya," ujarnya.

Ediyanto berusaha menangkis serangan tersebut menggunakan kedua tangannya. Namun kapak yang diayunkan pelaku tetap mengenai tangan kiri dan kanan hingga menyebabkan luka serius.

"Saya tangkis dengan tangan. Kena tangan kiri, kemudian kena lagi di tangan kanan. Setelah saya jatuh, masih dipukul dan mengenai bahu," katanya.

Belum sempat menyelamatkan diri, korban mengaku kembali menjadi sasaran pelaku yang membawa senjata api.

"Saya sempat memutar badan, lalu ditembak. Pelurunya mengenai paha kiri saya," ungkapnya.

Selain dirinya, beberapa rekan kerja juga mengalami kekerasan dan intimidasi. Bahkan sejumlah operator alat berat di lokasi disebut sempat diancam menggunakan senjata rakitan.

Akibat luka tembak yang dideritanya, Ediyanto harus menjalani operasi pengangkatan peluru pada Senin sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peluru yang bersarang di paha kiri disebut sempat mengenai tulang paha korban.

Ia berharap aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

"Saya berharap pelakunya cepat ditangkap. Mudah-mudahan saya bisa segera sembuh dan kembali bekerja," harapnya.

Sementara itu, istri korban, Kamisa (46), meminta para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Suami saya menjalani operasi karena peluru bersarang di paha kiri hingga mengenai tulang. Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diadili," tegasnya.

Terkini

Terpopuler