Dampak Negatif Pemadaman Listrik di Pekanbaru, Puluhan Koi Wako Mati Hingga UMKM Merugi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:14:38 WIB
Puluhan ikan koi Wako Pekanbaru, Agung Nugroho mati akibat pemadaman listrik

PEKANBARU (RA) - Dampak pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Riau, sejak Jumat (22/5/2026) malam menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Sebagian aktivitas masyarakat yang berhubungan langsung dengan listrik lumpuh, hingga kerugian pun banyak dirasakan masyarakat.

Di Kota Pekanbaru, kondisi black out dirasakan warga sejak waktu maghrib hingga dini hari, sebelum kemudian berlanjut dengan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Akibat gangguan pasokan listrik tersebut, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kerugian, mulai dari aktivitas rumah tangga terganggu, usaha terhenti, hingga kerusakan peralatan elektronik. Bahkan, dampak pemadaman juga dirasakan oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho.

Puluhan ikan koi milik Agung diketahui mati akibat padamnya listrik yang menyebabkan sistem pendukung kolam tidak berfungsi. Tercatat sebanyak 29 ekor ikan koi mati dan baru diketahui pada Sabtu (23/5/2026) pagi.

"Tadi pagi baru tahu. Memang mati lampu tadi malam menyisakan dampak negatif," kata Wako Agung.

Agung menjelaskan, matinya ikan koi terjadi lantaran rumahnya tidak dilengkapi genset sehingga sirkulasi udara dan sistem pendukung kolam tidak berjalan selama listrik padam.

"Memang tadi malam itu juga banyak masuk laporan masyarakat komplain. Termasuk yang pemilik ikan-ikan koi juga, sektor usaha juga terdampak semua," terang orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini.

Menurutnya, pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada warga secara umum, tetapi juga menyentuh berbagai sektor usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil untuk menjalankan operasional.

Salah satu pelaku usaha yang terdampak adalah Harris, pengelola UMKM kopi gerobak keliling di Pekanbaru. Ia mengaku terpaksa menghentikan produksi sejak sehari sebelumnya karena pemadaman listrik menghambat proses operasional.

"Sudah sejak kemarin kami berhenti produksi karena listrik padam. Saat listrik sempat menyala tadi malam pun arusnya tidak stabil," kata Harris.

Ia menyebut ketidakstabilan arus listrik bahkan menyebabkan sejumlah perangkat elektronik mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuatnya cemas apabila pemadaman berlangsung lebih lama.

"Kalau kondisi seperti ini sampai dua hari lagi, kami bisa mengalami kerugian besar. Produksi berhenti, alat juga ada yang rusak," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Elis, pemilik usaha rental PlayStation (PS) di Kelurahan Sidomulyo Barat, Pekanbaru. Menurutnya, tempat usaha miliknya terpaksa tutup total akibat tidak adanya pasokan listrik.

"Tutup langsung tadi malam, tidak bisa buka karena PS memang mengandalkan listrik. Tidak ada informasi apa-apa, langsung padam," kata Elis.

Ia mengaku kecewa karena pemadaman listrik disebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, listrik juga kerap padam dengan berbagai alasan, termasuk pemeliharaan jaringan.

"Keseluruhan memang tadi malam, tapi sebelum-sebelumnya juga sering mati. Alasan pemeliharaan, kalau begini orang usaha terganggu," tegasnya.

Hingga kini, sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru dilaporkan masih mengalami pemadaman bergilir. Warga berharap pihak PLN dapat bergerak cepat menormalkan pasokan listrik serta memberikan penjelasan terkait penyebab gangguan yang mengakibatkan aktivitas masyarakat dan roda usaha terganggu.

Terkini

Terpopuler