Komisi II DPRD Pekanbaru Panggil Pertamina Usai Krisis BBM, Hoaks Disebut Pemicu Panic Buying

Jumat, 08 Mei 2026 | 01:03:00 WIB
Rapat membahas kelangkaan BBM antara Komisi II DPRD Pekanbaru dengan Pertamina Patra Niaga dan Disperindag Pekanbaru di ruangan Banmus.

PEKANBARU (RA) - DPRD Kota Pekanbaru melalui Komisi II memanggil pihak Pertamina Patra Niaga dalam rapat terkait krisis dan antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru, Kamis (7/5/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin dan dihadiri Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy, Sekretaris Komisi M Rizki Rinaldi, serta anggota dewan lainnya.

Turut hadir Kepala Disperindag Pekanbaru Yulianis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama, dan perwakilan Pertamina.

Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, mengatakan pemanggilan dilakukan untuk mengetahui penyebab antrean panjang BBM yang sempat membuat masyarakat resah.

"Substansi kita memanggil Pertamina karena ada peristiwa kelangkaan BBM mulai tanggal 18 April lalu. Hampir semua SPBU antreannya cukup panjang, bahkan sampai berjam-jam," ujarnya.

Dari hasil rapat, DPRD menemukan beberapa faktor penyebab antrean panjang, mulai dari isu kenaikan harga BBM yang memicu panic buying hingga meningkatnya konsumsi Pertalite akibat peralihan dari Pertamax Turbo.

"Ada perpindahan penggunaan BBM dari masyarakat yang sebelumnya memakai Pertamax Turbo beralih ke Pertalite. Itu yang membuat antrean Pertalite jadi panjang," jelasnya.

Selain itu, momentum libur panjang juga disebut menyebabkan konsumsi BBM meningkat karena banyak masyarakat luar daerah masuk ke Pekanbaru.

"Memang ada kekurangan stok juga, ditambah saat itu libur sehingga banyak masyarakat dari luar daerah datang ke Pekanbaru dan konsumsi BBM meningkat," tambah Politisi Gerindra tersebut.

Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina segera melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami meminta Pertamina mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan menyiapkan solusi. Tadi mereka menyampaikan ada penambahan kuota sekitar 20 persen per hari," tegas Zainal.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau Hary Prasetyo menyebut antrean panjang dipicu isu hoaks kenaikan harga BBM subsidi menjelang 1 Mei.

"Kalau penyebab itu hoaks. Ada kenaikan harga BBM nonsubsidi sehingga muncul isu BBM subsidi juga naik. Itu membuat masyarakat panic buying," ungkap Hary.

Menurutnya, banyak masyarakat tetap antre mengisi BBM meski kendaraan mereka masih memiliki stok bahan bakar cukup.

"Yang di rumah sebenarnya tangkinya masih penuh ikut antre juga karena khawatir harga naik. Panic buying itu terjadi mulai 30 April sampai 2 Mei," katanya.

Pertamina memastikan akan melakukan evaluasi distribusi BBM dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait usulan tambahan kuota BBM di Riau.

"Untuk long weekend dan Iduladha nanti sudah kami persiapkan dan menjadi atensi kami. Mudah-mudahan distribusi tidak ada kendala," tutup Hary.

 

 

 

Terkini

Terpopuler