Apkasindo Ungkap Pentingnya Keberadaan PKS Tanpa Kebun untuk Petani Sawit

Rabu, 06 Mei 2026 | 10:14:41 WIB
Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr Gulat Medali Emas Manurung.

JAKARTA (RA) - Keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun disebut membawa perubahan besar bagi petani sawit swadaya. Selain memangkas antrean panjang, model ini juga dinilai mampu meningkatkan harga jual tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Gulat Medali Emas Manurung, mengatakan kehadiran PKS tanpa kebun membuat posisi petani jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.

“Yang pasti, dengan adanya PKS tanpa kebun, kami tidak perlu antre berhari-hari. Harga yang kami terima juga lebih bersaing. Petani sawit itu sekarang lebih dimanusiakan,” ujar Gulat, Rabu (6/5/2026).

Gulat mengaku pernah merasakan langsung sulitnya menjual TBS ke PKS inti plasma. Saat itu, ia harus mengantre hingga berhari-hari agar buahnya bisa diterima pabrik.

“Saya pernah antre sampai tiga hari di PKS inti plasma,” katanya.

Kini, kondisi berbalik. Menurutnya, justru pihak PKS tanpa kebun yang aktif mendekati petani untuk mendapatkan pasokan TBS.

“Sekarang PKS yang datang menawarkan agar buah kami dijual ke mereka,” tambahnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan akses petani swadaya ke PKS inti plasma. Menurutnya, sebagian besar PKS inti tidak memiliki kewajiban menerima TBS dari petani non-mitra.

“Kalau ditanya apakah PKS inti mau menerima TBS petani swadaya, 95 persen akan berpikir ulang,” tegasnya.

Selain itu, faktor kualitas TBS juga kerap menjadi kendala. Dalam banyak kasus, tidak semua buah yang dibawa petani diterima.

“Bisa saja bawa satu ton, tapi yang diterima hanya 200 kilogram. Sisanya dipulangkan karena aturan mereka,” ujarnya.

Gulat menilai, hadirnya PKS tanpa kebun menciptakan persaingan sehat di tingkat pembelian TBS. Dampaknya, harga menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan petani.

“Persaingan itu pasti meningkatkan pendapatan petani sawit,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan semangat pembangunan ekonomi dari bawah yang selama ini digaungkan pemerintah.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa banyaknya pilihan PKS membuat posisi tawar petani semakin kuat. Petani kini bisa memilih pabrik dengan harga terbaik dan sistem pembayaran yang lebih cepat.

Selain itu, faktor jarak juga sangat berpengaruh terhadap produktivitas. Jika jarak ke pabrik terlalu jauh, petani hanya bisa mengantar TBS sekali dalam sehari.

“Kalau jaraknya enam jam, hanya bisa sekali antar. Tapi kalau satu jam, bisa tiga kali. Ini sangat berpengaruh,” jelasnya.

Keberadaan PKS tanpa kebun juga dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas ekonomi menjadi lebih hidup karena distribusi TBS tidak lagi bergantung pada lokasi yang jauh.

Gulat yang juga merupakan petani sawit mengaku merasakan langsung perbedaan antara kebun yang bermitra dengan PKS dan kebun swadaya.

“Saya merasakan sendiri dua kondisi itu. Sebagai petani swadaya, manfaat PKS tanpa kebun sangat besar, terutama dalam meningkatkan daya tawar,” tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler