PEKANBARU(RA) - Rencana relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dinilai belum memiliki kejelasan.
Koordinator aksi, Wandri Syaputra Simbolon, bahkan menyebut upaya relokasi sebelumnya telah gagal.
Menurutnya, lokasi relokasi yang disiapkan pemerintah justru mendapat penolakan dari masyarakat setempat.
"Relokasi pertama saja sudah gagal, karena daerah tujuan banyak yang menolak," katanya.
Ia juga mengkritik pernyataan pemerintah pusat yang menyebut warga di kawasan tersebut sebagai ilegal.
Menurutnya, mayoritas warga memiliki dokumen administrasi seperti KTP dan Kartu Keluarga.
"Kalau dibilang ilegal, itu harus jelas. Warga di sini punya KTP, punya KK. Jangan disamaratakan," tegasnya.
Wandri meminta pemerintah tidak terus mendorong relokasi tanpa kejelasan, karena hanya akan menimbulkan kebingungan dan keresahan di tengah masyarakat.