Polda Riau Dalami Kematian Siswa Saat Praktik Karya Ilmiah di Sekolah

Kamis, 09 April 2026 | 17:30:55 WIB
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

RIAU (RA) - Seorang siswa di Kabupaten Siak, Riau, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat melakukan uji coba proyek sains di lingkungan sekolah. 

Peristiwa tragis ini terjadi saat kegiatan praktik kelompok dalam rangka karya ilmiah remaja, Rabu (8/4) kemarin.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa korban bernama Muhammad Aqil merupakan bagian dari kelompok keempat yang tengah melaksanakan kegiatan science show di lapangan sekolah.

"Kelompok pertama hingga ketiga melaksanakan kegiatan pameran ilmu pengetahuan di dalam laboratorium. Namun kelompok keempat ini memilih melakukan uji coba di lapangan," ujar Pandra dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, proyek yang dilakukan korban dan kelompoknya diberi judul "science show tembakan mas ketir", berupa senapan rakitan yang sebagian komponennya dibuat menggunakan teknologi printer 3D.

"Ini merupakan ide dari korban sendiri, yang kemudian disepakati bersama teman-temannya untuk direalisasikan dalam bentuk rakitan tersebut," jelasnya.

Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat dilakukan uji tembak. Dalam proses tersebut, terjadi ledakan yang menyebabkan serpihan mengenai bagian wajah dan kepala korban.

"Akibat ledakan itu, serpihan mengenai kepala korban dan menyebabkan luka serius. Korban langsung dibawa ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis," ungkap Pandra.

Dari hasil visum, lanjutnya, korban meninggal akibat luka berat di bagian kepala yang disebabkan oleh benda yang tembus akibat ledakan tersebut.

Polda Riau saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian tersebut. Sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk pihak sekolah dan guru yang melakukan pendampingan saat kegiatan berlangsung.

"Ini yang sedang kami dalami, termasuk kenapa kegiatan uji coba dilakukan di luar laboratorium dan menggunakan alat seperti itu," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, kegiatan tersebut didampingi oleh guru pengganti, karena guru utama sedang melaksanakan pengawasan ujian.

Selain itu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senapan rakitan yang terbuat dari kayu dan pipa, serta bahan lain yang digunakan dalam percobaan tersebut.

"Untuk bahan yang digunakan, termasuk komponen yang disebut ‘mesiu’, masih kami dalami asal-usulnya," katanya.

Diketahui, korban merupakan siswa yang aktif di bidang sains dan teknologi. Ia bahkan pernah mengikuti kompetisi robotik di tingkat Universitas Riau.

"Korban ini memiliki potensi di bidang sains dan teknologi. Ini menjadi perhatian dan keprihatinan kita bersama," tutup Pandra.

Terkini

Terpopuler