Proses Relokasi TNTN Tunggu Sarana dan Prasana Selesai

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:29:43 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima audiensi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP), Jumat (13/2/2026). Agenda tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.

Dikatakan SF Hariyanto, pihaknya menerima masukan terhadap perkembangan pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

"Alhamdulillah kita sudah sepakat dengan teman-teman semua (AMMP). Telah kita sampaikan juga program dan dasar hukum kita dalam melaksanakan kegiatan TP2TNTN," kata SF Hariyanto.

SF Hariyanto menyebutkan telah didapati kesepakatan bersama, agar tim dapat tetap bekerja dalam merelokasi masyarakat yang telah menyerahkan lahan sawitnya kepada pemerintah.

"Kita tetap bekerja untuk merelokasi masyarakat yang telah menyerahkan surat menyuratnya," kata SF Hariyanto.

Dirinya menjamin proses relokasi mengedepankan sikap humanis dan pendekatan kepada masyarakat. Pihaknya akan menyediakan sarana dan prasarana memadai di lokasi relokasi.

"Tidak ada masyarakat yang ditinggalkan. Kita akan selesaikan dulu sarana dan prasarana nya, baik sekolah, tempat ibadah dan lainnya. Kalau semua sudah selesai baru kita pindahkan masyarakatnya," katanya.

Dikatakannya, saat ini sudah terdapat kurang lebih 3.900  subjek kepemilikan dengan luasan 10.000 hektare menyerahkan lahannya kepada pemerintah.

"Terhadap relokasinya telah tersedia 632 hektare. Nanti kita akan koordinasi dengan Satgas PKH," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemprov Riau bersama Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN) terus menggesa pemulihan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Salah satu proses pemulihan tersebut, dikatakan SF Hariyanto, pihaknya akan melakukan penghijauan kembali pada lahan seluas 2.400 hektare

"Akan dilakukan reboisasi pada lahan seluas 2.400 hektare. Ini kita usahakan segera mungkin ditanam ulang untuk penghijauan, dan nanti kita laporkan ketersediaan lahan kepada Kementerian Kehutanan," ujarnya. 

Tags

Terkini

Terpopuler