PEKANBARU (RA) – Kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (27/1/2026) secara umum masih didominasi cuaca cerah hingga berawan.
Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat adanya potensi hujan ringan bersifat lokal di sejumlah wilayah serta peningkatan jumlah titik panas (hotspot).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, menjelaskan bahwa pada pagi hari sebagian wilayah Riau diprakirakan mengalami udara kabur hingga cerah berawan.
"Hujan dengan intensitas ringan yang bersifat lokal berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar pada pagi hari," ujarnya.
Memasuki siang hari, cuaca relatif stabil dengan kondisi cerah hingga cerah berawan. Namun pada sore hingga malam hari, potensi hujan ringan kembali muncul secara lokal di beberapa daerah, khususnya Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi.
Sementara pada dini hari, cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan dengan peluang hujan ringan di wilayah Kampar dan Kuantan Singingi.
BMKG menyatakan tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Riau. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23,0 hingga 33,0 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50–97 persen.
Arah angin dominan bertiup dari utara hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Untuk wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang laut berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga melaporkan perkembangan titik panas. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, total hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 368 titik, dengan Provinsi Riau menyumbang 62 titik panas.
Sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 23 titik, Kabupaten Bengkalis 12 titik, Kabupaten Pelalawan 10 titik, Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik, Kabupaten Siak 2 titik, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik.
"Dengan masih ditemukannya puluhan titik panas, kami mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang rawan," kata Putri Santy.