Dinsos Gelar Sosialisasi Perluasan BPNT Tahap Dua 2019

 

GALERI: 23 JULI 2017

Riauaktual.com - Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis bersama Wadir Binmas Polda Riau menggelar Sosialisasi perluasan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap dua tahun 2019, Selasa (23/7/2019) bertempat di Gedung Daerah Bengkalis. 

Acara kali ini, pihak dinas Sosial kabupaten Bengkalis menghadirkan AKBP Imam Sahputra Wadir Binmas Polda Riau, Wakapolres Bengkalis Kompol Kurniawan Setyawan SIK, Bupati Bengkalis diwakili Asisten Pemerintahan Heri Indra Putra, Irwan Anas dari Bank Indonesia, perwakilan dari BNI Cabang Bengkalis dan anggota Bhabinkamtibmas se-kabupaten Bengkalis serta puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-kabupaten Bengkalis.

Wadir Binmas Polda Riau AKBP Imam Sahputra menyebutkan sosialisasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini merupakan program dari Kementrian Sosial dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi tersalurnya bantuan tersebut tepat sasaran.

“Saya sangat apresiasi terhadap Pemkab Bengkalis dalam hal ini Dinsos Bengkalis transparan terkait program BPNT ini. Karena melaksanakan sosialisasi perluasan BPNT ini kepada masyarakat Bengkalis. Apalagi pihaknya di libatkan dalam penyaluran program Kementrian Sosial ini, agar tepat sasaran bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini nantinya,”ungkap Imam Sahputra.

Ia juga mengingatkan kepada pihak perangkat desa serta jajaran Bhabinkamtibmas di lingkungan Polres Bengkalis agar dapat membantu program ini mengawal agar pendistribusiannya data penerima BPNT ini sesuai dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Bantu Pemkab Bengkalis untuk mengawasi penyaluran BPNT ini. Karena diwilayah daerah lain, ada ditemukan data penerima tidak sesuai kategori sesuai ketentuan. Kalau ada ditemukan sebaiknya diingatkan kepada perangkat desa ini,” katanya.

Senada disampaikan Kepala dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Dra. Hj Martini, MH mengatakan pihaknya dalam penyaluran BPNT harus transparansi dan akuntabilitas. Bahkan dijelaskannya, dalam penyaluran sebelumnya pihaknya melibatkan Bahbinkamtibmas Polsek diwilayah Polres Bengkalis.

“Kesepakatan ini harus diketahui dan disepakati antara teman teman disupplier, Bhabinkamtibmas , e waroeng dan juga penerima,”ungkap Kadinsos Bengkalis ini.

Martini juga berharap tidak ada permasalahan yang berarti dan tidak ada pengambilan hak milik orang lain.

“Saya ingatkan dari pihak supplier memberikan barang dengan kualitas yang terbaik jangan sampai kualitas barangnya tidak baik,”ujar Martini.

Ia juga menyampaikan jika terjadi penyalahgunaan pasti akan terjadi keributan dan tentunya Pemerintah Daerah yang terkena imbasnya.

“Untuk itu, dari supplier kami minta bisa berkomitmen terhadap penyediaan kualitas barang dan juga tepat waktu, tepat kualitas dan tepat harga,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan secara administrasi penerima bantuan akan dikontrol oleh pihak perbankan, sehingga kecurangan akan dapat diawasi.

Ia juga mengemukakan, penyaluran Raskin diganti dengan menggunakan kartu elektronik yang akan diberikan langsung kepada rumah tangga sasaran, sehingga bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan.

“Sistem baru penyaluran bantuan pangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Bantuan sosial non tunai diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar,” katanya.

Program ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif. Penyaluran bantuan sosial secara non tunai kepada masyarakat dinilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, serta tepat administrasi.

Ia juga menjelaskan, kartu elektronik yang dimaksud dapat digunakan untuk memperoleh beras, telur, dan bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko sesuai harga yang berlaku sehingga rakyat juga memperoleh nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat, tetapi juga protein, seperti telur. Selain itu, penyaluran bantuan sosial non tunai juga dapat membiasakan masyarakat untuk menabung karena pencairan dana bantuan dapat mereka atur sendiri sesuai kebutuhan.

“Untuk menyalurkan bantuan sosial non tunai ini, diawali dengan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), dari situ, calon KPM akan mendapat surat pemberitahuan berisi teknis pendaftaran di tempat yang telah ditentukan. Data yang telah diisi oleh calon penerima program ini lalu diproses secara paralel dan sinergis oleh bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), kantor kelurahan dan kantor kabupaten,”katanya.

Setelah verifikasi data selesai, penerima bantuan sosial akan dibukakan rekening di bank dan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai kartu non tunai untuk pengambilan bantuan pangan. Penerima bantuan sosial yang telah memiliki KKS dapat langsung datang ke e-warong (Elektronik Warung Gotong Royong) terdekat untuk melakukan transaksi pembelian bahan pangan menggunakan KKS. E-warong adalah agen bank, pedagang atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank penyalur dan ditentukan sebagai tempat pencairan/penukaran/pembelian bahan pangan oleh KPM, yaitu pasar tradisional, warung, toko kelontong, warung desa, Rumah Pangan Kita (RPK), agen bank yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya. KPM dapat membeli bahan pangan sesuai kebutuhan pada e-warong yang memiliki tanda lokasi penyaluran bantuan sosial non tunai. Transaksi dilakukan secara non tunai mengacu pada jumlah saldo yang tersimpan pada chip KKS.

“Lewat sistem yang terhubung dengan perbankan ini, penyalur bantuan akan mendapatkan laporan rinci seputar jumlah dana yang telah disalurkan, jumlah dana yang ditarik oleh penerima, jumlah dana yang tersisa dan berapa orang penerima yang belum menarik bantuan pangannya,” urainya mengakhiri. 

Terlihat Wakapolres Bengkalis berfoto bersama Kadinsos Bengkalis Dra Hj Martini MH

Terlihat Wadir Binmas Polda Riau AKBP Imam Sahputra saat menjelaskan BPNT agar tepat sasaran

Terlihat antusias penerima bantuan turut hadir sosialisasi BPNT

Salah satu penerima BPNT saat berdialog dengan AKBP Imam Sahputra

Ratusan tamu undangan antusias mendengarkan pemaparan BPNT oleh AKBP Imam Sahputra

Penerima bantuan dan Bahbinkamtibmas juga turut hadir dalam sosialisasi BPNT

Kadinsos Bengkalis Dra Hj Martini MH usai acara mengabadikan fotonya bersama AKBP Imam Sahputra dan jajaran BI dan BNI

Kadinsos Bengkalis Dra Hj Martini MH saat menjelaskan BPNT

Kadinsos Bengkalis Dra Hj Martini MH bertindak sebagai mediator dalam BPNT

AKBP Imam Sahputra saat memberikan arahan

Cetak