Distankan Pekanbaru Waspadai Penyakit LSD dan PMK Pada Hewan Kurban

Distankan Pekanbaru Waspadai Penyakit LSD dan PMK Pada Hewan Kurban
Kepala Distankan Pekanbaru, Muhammad Firdaus

Riauaktual.com - Dinas pertanian dan perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru, mewaspadai penyakit pada hewan ternak yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M. Tim dari Distankan sudah mulai melakukan pengecekan dan pemeriksaaan hewan kurban yang di datangkan ke Kota Pekanbaru. 

Salah satu penyakit yang diantisipasi adalah penyakit lumpy skin disease (LSD) atau cacar sapi dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Tim memeriksa hewan kurban ini ke sejumlah tempat peternakan yang ada di Pekanbaru. 

"Alhamdulillah kalau untuk penyakit belum ada kita temukan. Kita sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di peternakan dan yang masuk ke Pekanbaru," kata Kepala Distankan Kota Pekanbaru M Firdaus, Selasa (21/5). 

Menurutnya, hewan ternak yang berpenyakit saat ini sudah minim. Pasalnya sudah dilakukan program vaksinasi massal se-Indonesia terhadap hewan ternak. 

"Karena sudah dilakukan program vaksinasi PM nasional, jadi hewan ternak itu sudah vaksin. Sejak umur 2 bulan saja sudah vaksin, InsyaAllah tidak ada lagi penyakit PMK. Kemudian penyakit kulit LSD tidak ada lagi," terang Firdaus. 

Walaupun demikian, dirinya memastikan akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang ada di Pekanbaru. Mereka juga memeriksa fisik hewan ternak, seperti tidak lumpuh, tidak buta, dan tidak putus ekor serta telinga. 

Firdaus menambahkan, pihaknya memantau 30 peternakan di Pekanbaru yang melakukan budidaya untuk stok kurban. Ada 3.000 ekor lebih hewan ternak kurban yang sudah menjalani pemeriksaan. 

Ia mengingatkan kepada pengelola penampungan hewan kurban harus memiliki dokumen kesehatan. Apalagi hewan kurban seperti sapi atau kambing kebanyakan berasal dari luar Pekanbaru. 

Ada yang berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Hewan kurban juga didatangkan dari sejumlah daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung hingga sejumlah daerah di Riau.

"Apabila tahun tahun lalu sekitar delapan ribu ekor, tahun ini kebutuhan hewan kurban diperkirakan ada peningkatan 2,5 persen," pungkasnya.

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index