Suplai dari Sumbar Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Merangkak Naik

Suplai dari Sumbar Berkurang, Harga Cabai di Pekanbaru Merangkak Naik
Satgas Pangan Pekanbaru, meninjau harga bahan pokok di Pasar Arengka beberapa waktu lalu

Riauaktual.com - Bencana alam yang menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) berdampak terhadap pasokan bahan pokok ke Kota Pekanbaru. Pasokan yang berkurang berdampak terhadap kenaikan harga di pasaran.

Salah satu komoditi yang mulai alami kenaikan adalah cabai merah. Sebelumnya harga cabai berkisar Rp60 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp72 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, kenaikan harga cabai diakibatkan bencana alam yang terjadi di daerah Sumatera Barat.

"Ya tentu berpengaruh la ya. Karena suplainya berkurang, permintaannya tetap sama atau meningkat, berarti akan bergerak dia angkanya," kata Zulhelmi Arifin, Selasa (14/5).

"Kemaren ada kenaikan ya, sekarang itu sudah tembus harga Rp 72 ribu, dari yang sebelumnya di Rp 60 ribu kalau harga cabai," ungkap Zulhelmi.

Bencana alam berupa banjir bandang yang terjadi di beberapa wilayah Sumbar berpengaruh terhadap hasil panen, dan lahan pertanian di sana. Apalagi mayoritas pasokan bahan pokok dan sayur mayur dari wilayah Sumbar didatangkan.

Ia menilai bencana ini berpengaruh terhadap ketersedian bahan pokok lainnya seperti beras, bawang, sayuran dan lainnya di Kota Pekanbaru.

Namun demikian, untuk menjamin stok bahan pokok tetap aman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru.

"Kita akan berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan tentang ketersedian stok. Kita akan carikan ke distributor yang bisa suplai. Sehingga kebutuhan stok Pekanbaru ini tercukupi," terang Ami, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, untuk pasokan bahan pokok tidak hanya dipasok dari wilayah Sumatera Barat, namun juga ada dari Aceh, Medan, Palembang dan Lampung.

"Tentu kita harus mencari alternatif yang lain. Pasokan kita itu tidak hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga ada dari daerah Aceh, ada juga dari Medan, untuk cabe, bawang merah dan sayuran. Ini juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat. Ada juga beras yang masuk dari Palembang dan Lampung," pungkasnya.

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index