Current Date: Selasa, 27 Februari 2024

Fakta Baru, Imam Masykur Diculik Praka Riswandi Manik Cs saat Salat dan Langsung Diseret

Fakta Baru, Imam Masykur Diculik Praka Riswandi Manik Cs saat Salat dan Langsung Diseret
Foto para tersangka pembunuh Imam Masykur. Foto: POM TNI

Riauaktual.com - Fakta baru terus terungkap usai Praka Riswandi Cs ditangkap terkait kasus penculikan dan penyiksaan warga Aceh, Imam Masykur.

Saat ini, Praka Riswandi Manik (29) dan 2 anggota TNI komplotannya sudah ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani pemeriksaan intentif.

2 anggota TNI komplotan Praka Riswandi Manik itu yakni Praka HS dan Praka J.

Keduanya adalah angggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat dan anggota TNI di Kodam Iskandar Muda.

Sementara 3 pelaku lainnya adalah masyarakat sipil yang salah satunya adalah Zulhadi Satria Saputra.

Zulhadi Satria Saputra tidak lain adalah kakak ipar Praka Riswandi Manik.

Saat penculikan Imam Masykur, kakak dari istri oknum Paspampres itu berperan sebagai sopir.

Sementara dua tersangka lainnya berperan sebagai pendadah barang-barang hasil kejahatan yang dilakukan Praka Riswandi Manik Cs.

Saat ini, ketiga tersangka yang merupaka warga sipil itu sudah diserahkan dan ditahan di Polda Metro Jaya.

Ketiganya saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kakak sepupu Imam Masykur, Said Sulaiman mengungkap, korban bukan orang kaya.

Korban yang masih bujang itu merantau ke Ciputat sejak Januari 2023 dan selama ini menumpang di rumah Sulaiman.

Sulaiman yang juga memiliki toko kosmetik lain mempekerjakan Imam di tokonya yang berada di Rempoa.

Ia menceritakan, mulanya ia mendapat kabar dari warga sekitar ada keributan di depan toko kosmetik miliknya yang dijaga oleh korban.

Itu terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023, sekitar pukul 17.00 WIB.

Mendapat kabar tersebut, Sulaiman langsung menuju ke lokasi. Akan tetapi saat itu Imam Masykur sudah tidak ada.

Dari keterangan warga, saat itu Imam Masykur sedang salat di dalam toko kosmetik milik Sulaiman yang ia jaga.

Selanjutnya datang seseorng berbadan tegap dan berambut cepak langsung masuk ke dalam toko.

Tidak hanya itu, pelaku juga langsung menyeret Imam yang saat itu sedang salat.

Karena itu korban melawan dan sempat terjadi perkelahian dengan pelaku yang membuat warga berdatangan.

Saat korban melawan itulah kemudian datang 2 pria lain, juga dengan badan tegap dan rambut cepak dari dalam mobil yang diparkir di seberang jalan.

Warga sempat akan membantu korban. Akan tetapi ketiga pria tersebut mengaku sebagai anggota polisi yang akan menangkap Imam.

Mendengar hal itu, warga berangsur mundur. Sementara Imam langsung diborgol dan diseret masuk ke dalam mobil.

Karena itu, Sulaiman langsung berinisiatif menelepon nomor korban. Berkali-kali. Tapi ternyata sudah tidak aktif.

Komunikasi Terakhir Imam Masykur

Baru pada malam harinya Sulaiman mendapat telepon dari nomor Imam Masykur.

Kepada Sulaiman, Imam mengaku diculik dan mendapatkan penyiksaan dari para pelaku.

Sempat ditanya dimana lokasiny oleh Sulaiman tapi Imam tidak menjawab.

Saat itu, Sulaiman hanya mendengar Imam yang menangis dan bicara dengan terbata-bata.

Kepada dirinya, Imam meminta tolong agar dibantu untuk mencarikan uang Rp50 juta.

Uang itu diminta oleh para pelaku penculikan dan penyiksaan dirinya sebagai tebusan.

Imam juga berjanji akan mengembalikan uang tersebut kepada Sulaiman setiba di Aceh.

Sulaiman menyanggupi permintaan Imam dengan mencarikan Rp50 juta sesuai yang diminta para penculik.

Di sela komunikasi itu, Imam juga meminta Sulaiman agar uang tersebut bisa secepatnya disediakan.

Sebab, kata Imam kepada Sulaiman, waktunya tinggal sedikiti dan ia akan dibunuh oleh para penculik.

Ancaman Praka Riswandi Manik

Setelah komunikasi tersebut, ibunda Imam Masykur di Aceh, Fauziah, menelepon Sulaiman.

Fauziah menanyakan apakah benar kabar bahwa anaknya diculik orang tidak dikenal

Ternyata, sebelum menelepon Sulaiman, Fauziah sempat mendapat telepon dari anaknya.

Dalam sambungan telepon itu, Imam bercerita sembari menangis.

Kepada ibunya, Imam meminta tolong dicarikan uang Rp50 juta sesuai permintaan para Praka Riswandi Manik Cs.

Imam juga mengaku kepada ibunya bahwa dirinya sudah sangat kesakitan dan sudah tidak tahan lagi.

Saat itu, pelaku penculikan juga sempat berbicara sebentar dengan Fauziah melalui sambungan telepon Imam Masykur.

Kepada Fauziah, pelaku memerintahkan agar secepatnya menyediakan uang Rp50 juta untuk menebus Imam.

Jika uang itu tidak ada, maka Imam akan dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut.

Akan tetapi, uang yang tidak sedikit itu tidak bisa didapat setelah berhari-hari berusaha.

Sampai akhirnya pihak keluarga mendapat kabar adanya penemuan mayat yang ditemukan sudah membusuk dari sungai di Karawang.

Setelah dikirim ke RSPAD Gatot Subroto, diketahui bahwa mayat tersebut tidak lain adalah Imam Masykur, korban penculikan dan penyiksaan Praka Riswandi Manik Cs

 

 

 

Sumber: Pojoksatu.id

#PEMBUNUHAN #Hukrim

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index