TikTok Mulai Terancam Diblokir di Inggris

TikTok Mulai Terancam Diblokir di Inggris
Ilustrasi TikTok. ©Reuters

Riauaktual.com - Setelah Amerika Serikat (AS), kini dikabarkan pemerintah Inggris akan mengikuti jejak negeri Paman Sam terkait pemblokiran TikTok.

Dilaporkan DailyStar, Jumat (17/3), di tahap awal pemerintah akan melarang aplikasi besutan ByteDance ‘tertanam’ di seluruh perangkat milik pejabat negeri. Tak mengesampingkan bila itu dinilai berbahaya, maka pemblokiran secara nasional akan diberlakukan.

Menteri Sekretaris Kabinet Inggris, Oliver Dowden diharapkan membuat pernyataan mengumumkan bahwa TikTok akan dilarang dari ponsel dan perangkat yang digunakan oleh pejabat pemerintah.

Ini mengikuti informasi bahwa Uni Eropa (UE) dan AS melarang TikTok dari perangkat pejabat pemerintah. Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah akan melihat apa yang sekutunya lakukan di tengah kekhawatiran bahwa aplikasi tersebut, dapat menimbulkan risiko pengawasan.

Sementara itu, Menteri Keamanan Inggris Tom Tugendhat tidak mengesampingkan larangan menyeluruh pada aplikasi tersebut dan mengatakan kepada Times Radio bahwa perlu memastikan tiada spyware dalam ponsel masyarakat.

"Memahami tantangan yang ditimbulkan oleh aplikasi ini, apa yang mereka minta dan bagaimana mereka menjangkau kehidupan kita, sangatlah penting. Itulah mengapa saya meminta Pusat Keamanan Siber Nasional untuk menyelidiki hal ini," kata Tom.

Di sisi lain, TikTok selalu membantah klaim bahwa mereka membagikan data dengan otoritas China. Namun bantahan itu secara tidak langsung ‘ditepis’ dengan adanya undang-undang di China yang memaksa perusahaan untuk membantu Partai Komunis bila diperlukan.

Seorang Juru Bicara TikTok mengatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu detail dari masalah ini.

"Tentu, kami akan kecewa kepada pemerintah Inggris bila akhirnya melakukan langkah pemblokiran," kata Juru Bicara TikTok.

Follow WhatsApp Channel RiauAktual untuk update berita terbaru setiap hari
Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index