APBD Pekanbaru 2023 Disahkan, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Program Prioritas

APBD Pekanbaru 2023 Disahkan, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Program Prioritas
Pj Walikota Pekanbaru Muflihun

Riauaktual.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2023 Kota Pekanbaru telah disahkan sebesar Rp2,699 Triliun. Pengesahan ini dilakukan setelah rapat paripurna ke-15 di DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (29/11/2022).

Untuk APBD Kota Pekanbaru tahun 2023 ini mengalami kenaikan sebesar 5,45 persen jika dibandingkan dengan APBD tahun 2022.

Dengan demikian, ada sejumlah program yang menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di APBD Kota Pekanbaru tahun 2023. Pj Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan, program prioritas tersebut mulai dari inflasi hingga soal jalan berlubang.

"Jadi memang ada beberapa program yang harus kita laksanakan dan menjadi prioritas di tahun 2023 mendatang," ujar Muflihun usai rapat paripurna.

Dia merincikan, program yang pertama adalah bagaimana menjaga inflasi. Lalu kedua soal kesehatan, selanjutnya soal pendidikan serta soal infrastruktur.

"Selain itu juga soal janji saya yakni jalan berlubang, itu juga akan kita akomodir," ulas Muflihun.

Selain beberapa program tersebut, ditambahkan Muflihun ada program lainnya yang menjadi prioritas juga. Diantaranya adalah hasil reses dewan, berupa pokok pikiran yang mana ini pihaknya sudah bersepakat bahwasanya hasil reses ini juga bisa bersinergi bersama pemerintah kota.

"Artinya nanti dari dewan juga akan ikut dalam membenahi jalan berlubang di Kota Pekanbaru," terangnya.

Kemudian Muflihun juga meminta kepada seluruh OPD agar lebih bijak termasuk juga soal pencairan anggaran. Jadikan skala prioritas mana yang menjadi prioritas.

"Karena kita khawatir sesuai dengan penyampaian dari pimpinan DPRD, bahwa kita juga tak mau ada tunda bayar lagi tahun depan. Untuk itu mana yang prioritas itu kita laksanakan," jelasnya.

Bahkan nantinya kedepan pihaknya akan rutin melakukan evaluasi OPD sebulan sekali. Dia mengevaluasi terkait realisasi fisik maupun juga keuangan.

"Kita khawatir seperti hari ini gak tentu, OPD nya nggak pernah dievaluasi. Dengan evaluasi itu kita akan tahu berapa uang habis, kemudian fisik berapa. Makanya mulai tahun depan kita sebulan sekali akan ada evaluasi," tutup Muflihun. 

Berita Lainnya

index