Pengelolaan Pasar Bawah Tak Kunjung Diserahterimakan, Disperindag Pekanbaru Bilang Begini

Pengelolaan Pasar Bawah Tak Kunjung Diserahterimakan, Disperindag Pekanbaru Bilang Begini
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Hendra Putra

Riauaktual.com - Inspektorat Kota Pekanbaru tengah meninjau ulang proses lelang pemilihan mitra baru pengelolaan Pasar Bawah. Sebelumnya proses lelang ini telah rampung dan dimenangkan oleh PT Ali Akbar Sejahtera (AAS) pada Juni 2022 lalu.

Walaupun proses lelang sudah lama rampung, serah terima pengelolaan ke pemenang lelang belum dilakukan hingga saat ini oleh pemerintah kota.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Hendra Putra mengatakan, penundaan penandatanganan kontrak kerjasama terkait Pasar Bawah dengan pemenang lelang dikarenakan belum ada negosiasi. Sementara itu, Pemko menunjuk PT Dalena selaku pengelola lama untuk melakukan renovasi beberapa item.

"Pasar Bawah memang sudah diserahterimakan ke Pemko Pekanbaru oleh PT Dalena. Tetapi, karena Pemko tidak punya personil untuk renovasi beberapa item di pasar maka kita menunjuk PT Dalena selaku yang berpengalaman," ujar Hendra Putra, Minggu (25/9/2022).

Menurutnya, renovasi beberapa item tersebut masuk dalam proses audit, sebelum tender yang dimenangkan PT AAS. Karena proses renovasi yang sudah menunjuk PT Dalena tersebut, sementara tender sudah dilangsungkan, maka PT Dalena memungut biaya service charge untuk pembiayaan.

"Kan ada beberapa item yang kita tunjuk untuk direnovasi PT Dalena, misalnya keramik, plafon dan eskalator. PT Dalena mengerjakannya dengan memungut service charge untuk biaya operasionalnya, misalnya gaji karyawan, listrik dan lainnya," jelasnya.

Menurutnya, hal inilah yang membuat proses negosiasi dengan PT AAS belum dilakukan. Ia membantah jika PT AAS sudah melakukan pemungutan kepada pedagang dan perusahaan tersebut belum bekerja sama sekali.

"Belum, kita juga sedang menghitung ini. Sama PT AAS belum ada negosiasi dan tanda tangan kontrak, kita juga menunggu arahan Pj Walikota Pekanbaru," jelasnya.

Sementara itu, terkait isu yang berkembang bahwa kontrak bersama PT AAS tak kunjung dilakukan karena adanya kecacatan dalam proses audit dinilai salah. Ia menganggap isu tersebut kemungkinan karena informasi yang rancu.

"Kalau ada kemarin katanya diaudit ulang, itu bukan audit ya, tapi di review ulang. Audit itu dilakukan sebelum tender. Jadi sebenarnya kita belum negosiasi dengan PT AAS terkait pengelolaan pasar, dan sementara itu kita melakukan renovasi dengan menunjuk PT Dalena yang dianggap berpengalaman," pungkasnya. 

Berita Lainnya

index