Video Viral Penemuan Seekor Tapir, BBKSDA Riau Minta Warga Segera Laporkan Kejadian

Video Viral Penemuan Seekor Tapir, BBKSDA Riau Minta Warga Segera Laporkan Kejadian
Tangkapan layar video amatir warga

Riauaktual.com - Baru-baru ini salah satu platform sosial media dihebohkan dengan unggahan video masyarakat yang memperlihatkan keberadaan seekor tapir. Dari ungguhan tersebut tercantum lokasi PT Ciliandra Perkasa, Salo, Kabupaten Kampar.

Video yang diunggah oleh akun tiktok @ahmatebener475 sejak 2 hari lalu, tepatnya Selasa, 30 Agustus 2022 tersebut hingga hari ini dilihat sebanyak 143.800 kali dengan 16.800 disukai dan 457 komentar.

Saat dikonfirmasi Riauaktual.com, Plh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Hartono mengatakan pihaknya sedang menelusuri keberadaan pasti satwa dilindungi tersebut.

"Kemungkinan terindifikasi satwa dilindungi tersebut berada di daerah kabupaten Kampar," terang Hartono, Kamis (1/9/2022).

Menurutnya, hewan dengan nama ilmiah Tapirus Indicus tersebut sudah memasuki usia dewasa dan hampir jinak. "Kita akan terus memantau lokasi agar segera ditemukan dan dapat memastikan Tapir ini dalam kondisi jinak atau sakit," ujarnya.

Hartono meminta seluruh masyarakat yang menemukan keberadaan satwa liat ataupun satwa yang dilindungi, untuk segera melaporkan ke Balai Besar KSDA Riau.

"Kalau segera dilaporkan, tim kita bisa langsung turun tangan sehingga bisa dilakukan observasi untuk mengetahui kondisi serta memastikan sifat dari satwa tersebut," tuturnya.

Untuk diketahui, Tapir merupakan salah satu spesies satwa dilindungi Negara dan terancam punah dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Setiap orang dilarang untuk memelihara, memiliki, memperdagangkan dan lain sebagainya terhadap satwa-satwa dilindungi. Hal ini sesuai UU no 5 tahun 1990 dengan sanksi pidana 5 tahun dan denda 100 juta.

"Alangkah baiknya dikembalikan ke habitat atau hubungi call center Balai Besar KSDA Riau di 081374742981 atau Humas Balai Besar KSDA Riau 082171280190," pungkas Hartono. 

Berita Lainnya

index