Staf Kantor Camat Pusako Diperiksa Jaksa

Staf Kantor Camat Pusako Diperiksa Jaksa

Riauaktual.com - Pemeriksaan saksi dugan korupsi dana bantuan sosial (bansos) fakir miskin dan anak-anak cacat di Setdakab Siak, terus berlanjut. Kali ini, giliran Staf Kantor Camat Pusako yang diperiksa jaksa penyidik. 

Proses permintaan keterangan ini, diyakini kelanjutan dari saksi-saksi sebelumnya. Yang mana, pekan lalu telah diperiksa M selaku Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial Kecamatan Pusako, SM selaku Camat Pusako, dan D selaku Kabag Kesra Kecamatan Pusako.

Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Diakui dia, penyidik hanya memeriksa satu orang saksi. 

“Hari ini ada satu saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dana bansos fakir miskin dan anak-anak cacat pada Setdakab Siak 2014-2019," ungkap Bambang, Selasa (5/7). 

Bambang menuturkan pemeriksaan itu dilakukan jaksa penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau. Proses pemeriksaan itu dimulai pada pukul 09.30 WIB hingga selesai. 

"Saksi yang diperiksa adalah S, selaku Staf Kantor Camat Pusako. Ini terkait berapa penyaluran dana bansos kepada pihak penerima di Kecamatan Pusako," kata mantan Kasi Pidum Kejari Pekanbaru. 

Dikatakan Bambang, pemeriksaan para saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar, lihat dan alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang suatu tindak pidana. 

Selain itu, pemeriksaan para saksi bertujuan untuk mengumpulkan alat bukti dan untuk memperkuat pembuktian dalam perkara dugaan rasuah yang tengah diusut tersebut. "Pemeriksaan saksi untuk merampungkan proses penyidikan,” pungkas Bambang.

Penanganan perkara rasuah itu ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor PRINT-09/L.4/Fd.1/09/2020. Surat tersebut ditandangani langsung Kajati Riau, Mia Amiati tertanggal 29 September 2020 lalu. Hal itu, diyakini usai Korps Adhyaksa Riau menemukan peristiwa pidana serta dua alat bukti permulaan yang cukup. 

Penyidik diketahui telah mendapati sejumlah temuan dalam pengusutan dugaan korupsi itu. Pada pengusutan perkara ini, penyidik telah mengeluarkan ribuan surat panggilan saksi. Penyidikan memang memakan waktu cukup lama, dikarenakan luasnya objek penyidikan perkara. 

Untuk kegiatan belanja bansos sendiri, terdiri dari 15 item. Diantaranya, pertama, bansos untuk rumah tangga miskin dan lansia terlantar, yang jumlah penerimanya 700 sampai 1.000 setiap tahunnya.

Kedua bansos untuk penyandang cacat, ketiga bansos untuk fakir miskin, keempat bansos untuk yatim piatu, kelima bansos untuk suku terasing, keenam bansos untuk mahasiswa PTIQ dan IIQ.

Ketujuh bansos untuk mahasiswa luar negeri, kedelapan bansos untuk rombongan belajar, kesembilan bansos untuk beasiswa S1, kesepuluh bansos untuk beasiswa S2, kesebelas bansos untuk beasiswa D3.

Keduabelas, bansos untuk beasiswa S1 akhir/skripsi, ketigabelas bansos untuk beasiswa S2 akhir/tesis, keempatbelas bansos untuk beasiswa D3 akhir, dan terakhir bansos untuk karya ilmiah. Selain luasnya objek penyidikan yang meliputi banyak item, penyidikan perkara ini tahun anggarannya cukup panjang, yaitu 2014 sampai 2019. Tak hanya bansos, objek perkara ini juga terkait dengan belanja hibah, yang terdiri dari 40 objek penerima.

Berita Lainnya

index