Sinergi PTPN V-PNM Perkuat UMKM Kampung Ayam Pedaging Kampar

Sinergi PTPN V-PNM Perkuat UMKM Kampung Ayam Pedaging Kampar
Anggota kelompok usaha ayam pedaging Payung Sekaki Kabupaten Kampar, Riau, binaan PTPN V saat tengah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas diri atau capacity building. PTPN V bersinergi dengan PT PNM Persero memberikan pelatihan kepada belasan Peternak tentang manajemen pakan, kesehatan, dan analisis usaha.

Riauaktual.com - PT Perkebunan Nusantara V bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Pekanbaru bersinergi dalam memperkuat pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ayam pedaging yang tergabung dalam Kelompok Payung Sekaki, Kabupaten Kampar, Riau. 

Sinergi tersebut diimplementasikan melalui kegiatan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas dengan menghadirkan ahli peternakan di lokasi kelompok itu berada, Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. 

"Melalui kegiatan ini sangat diharapkan teman-teman mitra PTPN V mendapat tambahan ilmu untuk siap menghadapi segala bentuk perubahan di masa mendatang," kata Corporate Secretary PTPN V, Bambang Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin (4/7/2022).

Dalam pelatihan tersebut, belasan pelaku usaha peternakan ayam Kelompok Payung Sekaki binaan PTPN V mendapatkan materi tentang manajemen kandang, manajemen pakan, kesehatan unggas serta analisa usaha budidaya. 

Selama kegiatan berlangsung, para pelaku usaha mitra binaan menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempelajari setiap tahapan peternakan yang baik dan berkelanjutan, mulai dari persiapan, perlakuan pemeliharaan, menggali hubungan pentingnya manajemen akan kesehatan unggas hingga analisis usaha. 

Kepala PT PNM (Persero) Cabang Pekanbaru, Rahardjo berharap dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut, usaha ternak ayam broiler Payung Sekaki dapat terus berkembang dan membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional. 

"Kami memiliki harapan besar usaha yang dijalankan bapak-bapak bisa terus meningkat. Kami bersama PTPN V akan terus mendukung dan mendorong UMKM di Riau. Akan menjadi kebanggaan bagi kami jika usaha yang dijalankan dapat terus berkembang serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional," paparnya. 

Berkembang

Kelompok peternak ayam Payung Sekaki merupakan salah satu mitra UMKM binaan PTPN V. 

Kelompok yang telah berdiri sejak dua dasawarsa silam itu mulai terdaftar menjadi mitra binaan anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero tersebut pada 2020 silam, atau tepat awal badai pandemi melanda Indonesia. 

Saat itu, Kelompok Payung Sekaki mendapat suntikan modal usaha melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) sebesar Rp500 juta. 

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa mengatakan bantuan pengembangan modal usaha tersebut adalah bagian dari langkah perusahaan dalam mendukung pengusaha kecil menengah untuk tetap tumbuh di masa pandemi.

"Teman-teman kelompok Payung Sekaki kni memiliki kekuatan karena telah berjalan dua dekade. Untuk itu, kami mendorong teman-teman agar terus berkembang sehingga mampu menjadi penggerak roda ekonomi setempat melalui pembukaan lapangan kerja baru,” tambah Jatmiko.

Dua tahun menjadi mitra PTPN V, Ketua Kelompok Payung Sekaki, Akbar Markib (52) mengakui perubahan signifikan terjadi dirasakan seluruh anggota. "Terutama dari sisi kesejahteraan. Kami telah berdiri sejak tahun 2000 dan selama 20 tahun usaha ayam ini bisa dibilang pas-pasan, jalan di tempat dan tidak ada perkembangan berarti," ujarnya. 

"Dahulu pendapatan kami mungkin hanya Rp50 juta per tahun. Sekarang satu kandang bisa menghasilkan sampai Rp180 juta setiap tahun," lanjut dia. 

Akbar mengatakan saat ini kelompok usaha tersebut memiliki delapan kandang ternak. Setiap satu kandang, mampu melakukan enam kali panen dan menghasilkan pendapatan hingga Rp180 juta pertahun. 

Perkembangan signifikan tersebut, kata Akbar, bukan hanya karena penyaluran modal semata. Namun, PTPN V terus memberikan asistensi kepada seluruh anggota koperasi. Seperti yang dilakukan bersama PT PNM (Persero) kali ini. 

Menurut dia, pelatihan ini sangat membantu anggota kelompok dalam memperbaiki peternakan ayam. Terlebih lagi, ia mengatakan bahwa usaha ternak ayam merupakan jenis usaha dengan resiko tinggi, namun memiliki potensi pendapatan yang setimpal atau high risk high return. 

"Terimakasih kami ucapkan kepada PTPN V yang telah membantu kelompok kami, ternak ayam broiler. Bantuan ini sangat penting bagi kami untuk melanjutkan usaha yang sebelumnya kurang dana, kurang ilmu, kurang perhatian, sekarang sudah tertolong dan usaha berjalan lancar sesuai harapan. Sekali lagi terimakasih sebesar-besarnya PTPN V dan PNM," paparnya.

Berita Lainnya

index