Dugaan Korupsi Dana BOK, Kapus Kampar Kiri Hulu 1 Tersangka

Dugaan Korupsi Dana BOK, Kapus Kampar Kiri Hulu 1 Tersangka
Ilustrasi tersangka sebuah kasus dengan tangan diborgol (net)

Riauaktual.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah menetapkan dua tersangka dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Kampar Kiri Hulu 1. Kini, berkas para tersangka diketahui telah ditelaah jaksa peneliti pada Korps Adhyaksa Riau. 

Adapun tersangkanya yakni Citra Sari SKM selaku Kepala Puskesmas (Kapus) Kampar Kiri Hulu 1 periode April 2014-Februari 2021. Ia menyandang status pesakitan bersama bawahannya Deffi Amalia, yang pernah menjabat sebagai Bendahara di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. 

Perkara naik ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Dimulainya Perintah Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. SPDP itu diterbitkan pada 28 Mei 2020 lalu. Lalu, dilakukan proses penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka. 

Usai proses pemberkasan diyakini rampung, penyiidk melimpahkan berkas para tersangka ke jaksa peneliti. Langkah ini, untuk dilakukan penelahaan syarat formil maupun materil. 

“Kami sudah menerima berkas dua tersangka, beberapa waktu lalu,” ungkap Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Bambang Heri Purwanto, Senin (23/5). 

Selanjutnya, sambung Bambang, pihaknya meneliti berkas perkara tersebut. Hasilnya, belum dinyatakan lengkap atau P-18 "Jaksa melakukan penelitian. P-18 pada Kamis, 19 Mei 2022," imbuh mantan Kasi Pidana Umum Kejari Pekanbaru. 

“Saat ini, kami (jaksa peneliti, red) tengah menyusun petunjuk (untuk diberikan ke penyidik Kepolisian),” tutup Bambang. 

Pengusutan dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Pemkab Kampar ini bermula dari informasi dan pengaduan dari masyarakat. Atas informasi itu, Kepolisian menindaklanjuti dengan melakukan upaya penyelidikan terhadap perkara yang terjadi pada rentang waktu 2015-2018. 

Dari penyelidikan, didapati bahan keterangan dalam pengelolan dana BOK untuk Puskesmas KKH I telah terjadi penyelewengan. Adapun dengan cara para bidan yang melaksanakan tugas pembinaan kesehatan ke desa-desa tidak mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Selain itu, pendistribusian anggaran BOK yang dilakukan Kepala Puskesmas dan Bendahara diduga tidak transparan.

Kemudian, ada dugaan penyimpangan pengelolaan dana BOK di Puskesmas Kampar Kiri Hulu 1 dengan membuat perjalanan dinas fiktif atau dokumen pertanggung jawaban palsu. Lalu, memalsukan tanda tangan kepala desa, stempel desa pada surat perjalanan dinas palsu serta memalsukan tanda tangan penerima BOK. Perbuatan itu, telah merugikan keuangan negara. Sehingga, perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Pada tahapan penyidikan ini, diperkirakan sudah ada puluhan saksi yang diperiksa. Mereka yakni tenaga kesehatan, pengelola dana BOK di Puskesmas, perangkat desa hingga pegawai Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar.

Berita Lainnya

View All