Polisi Gagalkan Pemberangkatan Puluhan TKI Ilegal ke Malaysia

Polisi Gagalkan Pemberangkatan Puluhan TKI Ilegal ke Malaysia

Riauaktual.com - Puluhan pekerja asal Indonesia diamankan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau, bersama dua tersangka. Para pekerja direncanakan akan diberangkatkan secara ilegal ke Negeri Jiran Malaysia. 

Pengungkapan kasus tindak perdagangan orang dan perlindungan pekerja migran Indonesia dilakukan, Ahad (15/5). Saat itu, petugas mendapati satu unit pompong dan satu speedboat yang hendak membawa pekerja Indonesia di Dusun Selomang Baru, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Terhadap kapal tersebut dilakukan pengejaran. Namun, pemilik pompong dan speedboat berinisial ZP alias BK yang juga selaku tekong berupaya melarikan diri dengan menerobos hutan bakau. 

“Petugas berhasil mengamankan tekong darat atau orang yang mencarikan penumpang speedboat berinisial ES,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Jumat (20/5). 

Atas penangkapan itu, sambung pria akrab disapa Narto, pihaknya melakukan upaya pengembangan ke Kelurahan Kelurahan Pelitung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Senin (16/5). Di sana, petugas menangkap pelaku lain berinisial SS yang tengah membawa makanan untuk para pekerja migran Indonesia di tempat penampungan. 

“Penampungan itu di sebuah rumah kosong di tengah hutan. Di dalam rumah ditemukan 19 orang WNI dan tiga orang WNA Myanmar yang akan diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia,” papar Narto. 

Tak berselang lama, petugas kembali melakukan pengembamgan di salah satu ruko di Pelitung. Di dalam ruko tersebut ditemukan 50 WNI yang akan diberangkatan ke Negeri Jiran secara ilegal. Terhadap mereka diserahkan ke Polres Dumai untuk penanganan lebih lanjut. 

“Kita amankan 70 pekerja. Untuk tersangka ada tiga orang ES, SS dan BK. Terhadap BK, kami tetapkan sebagai DPO dan identitasnya telah dikantongi,” sebut mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara. 

Menurut pengakuan tersangka, baru menjalankan aktivitas ilegal ini selama lima bulan. Namun, mereka telah memberangkatkan ratusan orang pekerja migran Indonesia. 

Tersangka ES, sebut Narto berperan sebagai merekrut pekerja imigran dan membawa mereka dari Dumai menuju Pulau Rupat. Tekong darat ini menerima upah sebesar Rp4,7 juta dan tambahan dari tekong laut serta dari pekerja 

“Tersangka SS, berperan merekrut dan menampung para pekerja ilegal sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Dia menerima upah Rp5 juta-Rp13 juta,” imbuhnya. 

Selain itu, juga diamankan sejumlah barang bukti satu unit speedboat dan pompong, satu unit sepeda motor, dua unit HT, uang tunai Rp14,7 dan 800 ringgit malaysia, 10 pelampung. Kemudian, tiga unit HP, buku tabungan dan kartu ATM, paspor pekerja, catatan pembelian minyak dan lainnya. 

“Tersangka dijerat Pasal 2 atau pasal 4 Jo pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda sebesar Rp600 juta,” pungkas Narto.

Berita Lainnya

View All