Dugaan Korupsi Kredit Modal Kerja Rp7 Miliar 

Mantan Manager Bisnis Bank BJB Pekanbaru Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka

Mantan Manager Bisnis Bank BJB Pekanbaru Kembali Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto (Istimewa)

Riauaktual.com - Indra Osmer Gunawan kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Kali ini, ia diminta turut bertanggung jawab atas dugaan korupsi di Bank BJB Cabang Pekanbaru senilai Rp7 miliar lebih. 

Mantan manager bisnis di bank berplat itu menyandang status pesakitan bersama Arif Budiman. Arif sendiri merupakan nasabah Bank BJB dan selaku pengelola perusahaan CV Palem Gunung Raya, CV Putra Bungsu, CV Hikmah dan CV Putra Wijaya. 

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto dikonfirmasi membenarkan, penyidik menetapkan tersangka baru pada perkara itu. Jumlahnya kata dia, satu orang. “Kami menetapkan IO (Indra Osmer, red) sebagai tersangka pada 9 Mei lalu. Tersangka adalah mantan pegawai Bank BJB Cabang Pekanbaru,” ungkap Sunarto, Selasa (16/5). 

Adapun modus yang dilakukan tersangka Indra Osmer, dipaparkan Sunarto, yang bersangkutan selaku Manager Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru tahun 2015-2016 memiliki hubungan kedekatan dengan Arif Budiman. Sehingga, terjadi penyalahgunakan kewenangan jabatannya dengan tidak melakukan verifikasi, atas SPK diajukan Arif Budiman secara berulang. 

“Pihak memberikan Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) ke group perusahaan milik tersangka AB. Namun, tidak dapat membayarkan kewajiban di bank tersebut atas kegiatan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kuantan Singgingi. Sehingga mengakibatkan kerugian atas kredit macet tersebut,”  jelas Sunarto. 

Atas perbuatannya, tersangka Indra Osmer dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-undangnya (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Pengusutan perkara dilakukan penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A/498/XII/2021/SPKT/RIAU tanggal 9 Desember 2021. Atas hal itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (SPDP) pada 13 Desember 2021.

Penyidik lalu menerbitkan Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka pada 4 April 2022 yang lalu, atas nama Arif Budiman alias Arif Palembang. Dia merupakan debitur di bank berplat merah tersebut.

Dalam proses penyidikan, sebanyak 25 orang saksi telah diperiksa. Di antaranya, 15 saksi dari pihak bank, 4 orang saksi dari Kontraktor Sah, 3 saksi dari pihak Sekretariat DPRD Riau, 1 saksi dari Disdik Kuansing, 5 saksi dari pihak yang melalukan penarikan atau pencairan cek, serta saksi Ahli sebanyak 3 orang. 

Selain itu, penyidik juga telah mengantongi hasil audit kerugian negara senilai Rp7.233.091.582, dan mengamankan sejumlah barang bukti. Selanjutnya, penyidik melimpahkan berkas perkara Arif Budiman ke Kejaksaan.

Perbuatan rasuah itu terjadi dalam rentang waktu lebih kurang selama setahun. Yakni, antara tanggal 18 Februari 2015 hingga 18 Februari 2016. Arif Budiman selaku wiraswasta pengelola perusahaan CV PGR, CV PB, CV HK dan CV PW mengajukan permohonan kepada pihak bank untuk mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi di Bank BJB Cabang Pekanbaru. 

Dalam melakukan pencairan kredit tersebut CV PB dan CV PGR diduga menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK) tidak sah atau fiktif atas kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pencairan KMKK tersebut masuk ke rekening giro CV PGR dan CV PB, karena menggunakan SPK tidak sah/fiktif dan mengakibatkan kredit macet di bank bjb Cabang Pekanbaru. Hal itu lantaran tidak ada sumber pengembalian dana.

Dengan demikian, maka modusnya menjadi jelas yakni mendapatkan fasilitas KMKK menggunakan SPK tidak sah atau fiktif. Sehingga dana yang seharusnya menjadi sumber pengembalian kepada pihak bank tersebut tidak ada

Berita Lainnya

View All