Berkas Jaksa Gadungan di Bengkalis P21

Berkas Jaksa Gadungan di Bengkalis P21

Riauaktual.com - Penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, menyatakan berkas perkara tersangka Hari Budi Utomo (46) telah lengkap (P21).

Mantan residivis ini sebelumnya ditangkap tim Intelijen Kejari bersama Satreskrim Polres Bengkalis pada 30 November 2021 di rumahnya, Jalan Pelajar Dusun II Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat, Bengkalis. 

Usai diproses hukum di Satreskrim Polres Bengkalis, akhirnya berkas tersangka dinyatakan lengkap atau P-21. Penyidik melakukan proses tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU, Rabu (26/1/2022).

"Bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis, JPU telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara penipuan atau pemalsuan dari penyidik Polres Bengkalis atas nama tersangka Hari Budi Utomo," kata Kejari Bengkalis Rakhmat Budiman melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Isnan F, Rabu malam.

Dengan telah dilaksanakannya tahap II, jelas Isnan, kewenangan penanganan perkara dan penahanan terhadap tersangka beralih dari penyidik kepada JPU. Tersangka dititipkan di sel tahanan Polres Bengkalis.

"Untuk kepentingan penuntutan, JPU melanjutkan proses penahanan terhadap tersangka di Rumah Tahanan Polres Bengkalis hingga pelimpahan perkara ke pengadilan," jelas Isnan.

Selanjutnya, JPU akan menyiapkan surat dakwaan Jika rampung, berkas dakwaan sesegera mungkin dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkalis untuk disidangkan

Sebelumnya Hari mengaku sebagai seorang Jaksa yang bertugas di Pengalihan Aset pada Kejaksaan Agung, kepada para korbannya ia menyebut dapat membantu khususnya warga Rupat untuk kepentingan pengurusan perkara.

Yang hebatnya dengan tipu daya tersebut, Hari Budi Utomo dapat menikahi seorang wanita di Rupat. Ia melangsungkan pernikahan siri dengan wanita pujaan hatinya berinisial IS (48) yang dikenalnya melalui media sosial.

Sejak saat itu pula, tersangka tidak beranjak dari wilayah Rupat. Dia beralasan ada tugas khusus sehingga tidak harus masuk kantor, cukup dilakukan di rumah saja secara online.

Saat diamankan, petugas turut menyita satu set baju dinas Kejaksaan lengkap dengan pangkat dan atribut. Amplop surat berlogo kejaksaan, stop map berlogo kejaksaan, dan notebook berlogo Kejaksaan.

Selain itu juga diamankan Kepja Nomor 249 tahun 2020 tentang SOP Kejaksaan RI, dan lampiran IV Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. 

"Atas perbuatannya itu, tersangka diancam pidana dalam Pasal 263 ayat (1) KUHPidana atau Pasal 378 KUHPidana," tegas Isnan.

Berita Lainnya

View All