Saran Danrem 031/WB, Pola Pikir Penanganan Banjir Harus Diubah

Saran Danrem 031/WB, Pola Pikir Penanganan Banjir Harus Diubah
Danrem 031 Wira Bima, Brigjen, TNI M Syech Ismed SE MHan. (Mr)

Riauaktual.com - Mindset atau pola pikir terkait penangan banjir di Provinsi Riau harus diubah. Selama ini penanganannya setelah terjadi banjir, bukan pada antisipasi penyebab terjadinya banjir.

Hal tersebut disampaikan Danrem 031 Wira Bima, Brigjen, TNI M Syech Ismed SE MHan, saat coffee morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Kamis (13/1/2021), di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru.

Sesuai informasi dari seluruh tim atau personil jajaran Korem 031 Wira Bima yang ada di berbagai daerah di Riau, kata Syech, musibah banjir ini lebih pada penanganan setelah terjadinya banjir dan tidak pada antisipasi penyebab terjadinya banjir.

"Artinya, mindset ini harus diubah dan harus ditingkatkan lagi secara bersama-sama, terutama pihak terkait yang ada di kabupaten/kota terkait koordinasi dengan tPemprov Riau maupun pihak terkait lainya," ungkap Syech.

Terkait hulu banjir, jelas Danrem Syech, karena terjadinya pendangkalan sungai, dah hal ini seharusnya menjadi perhatian lebih untuk dinormalisasi. Terutama pada wilayah-wilayah atau daerah yang rawan terjadi banjir.

Pendangkalan sungai ini, juga harus menjadi perhatian setiap saat dan tidak hanya diwaktu musim hujan. Artinya, meski musim kemarau tetap diperhatikan, dan inilah kesempatan untuk melakukan normalisasi. Sehingga, ketika musim hujan atau curah hujan tinggi bisa menampung debit air dan banjir bisa dicegah.

“Saya harap ini juga menjadi masukan bagi pemerintahan kita kedepan. Sebelumnya, saya juga sudah membahas dengan pihak balai pengawasan sungai yang akan melakukan normalisasi sungai pada tahun 2022 ini. Ini cukup bagus agar banjir bisa diatasi dengan baik. Terutama untuk masyarakat kita yang  berada di kawasan sungai," ungkap Syech.

Lebih jauh jenderal bintang satu mengatakan, untuk mengantisipasi banjir ini juga bisa dilakukan seperti permasalahan lain. Seperti permasalahan Karhutla dan lainya yang bisa di atasi sejak dini.

"Meski berbeda permasalahan, tapi juga bisa dilakukan pencegahan sejak dini. Kuncinya ada pada hulu penyebabnya yang harus kita kejar secara bersama-sama, seperti yang dilakukan selama ini dalam menghadapi berbagai permasalahan," ujar Syech.

"Saya berharap dengan adanya Sinergitas antara Forkopinda dengan Pemerintah serta seluruh elemen masyarakat ini, permasalahan banjir di Riau bisa di atasi atau dicegah dengan baik. Termasuk permasalahan lainya sesuai yang disampaikan bapak Gubernur Riau sebelumnya," kata Danrem putra jati Riau ini.

Sementara itu, Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si, menyampaikan, untuk permasalahan banjir ini dia juga mengharapkan sinergitas dari Forkopinda dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini sesuai dengan pengalaman sebelumnya yang berjalan secara maksimal.

"Kalau untuk banjir, daerah kita juga masih banyak yang menjadi langganan banjir setiap tahun, seperti di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang terjadinya di beberapa wilayah. Untuk itu, saya harap sinergitas ini bisa terus kita tingkatkan kedepannya," harap Syamsuar.

Banjir ini termasuk salah satu permasalahan besar yang dihadapi Riau, selain Karhutla, pandemi COVID-19, dan musibah lainya yang mengancam kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Maka itu diperlukan sinergitas yang kuat.

"Dulu kabut asap akibat Karhutla hampir setiap tahun terjadi di Riau, saat ini Alhamdulillah sudah jauh berkurang, dan jika ada dapat diatasi dengan cepat. Ini karena sinergitas yang kuat. Begitu juga bencana COVID-19, meski saat ini belum berakhir tapi penanganannya cukup baik dan di Riau terus melandai. Mari kita jaga dan tingkatkan sinergitas ini demi kesejahteraan masyarakat dan daerah kita kedepan," tutur Gubri.

Berita Lainnya

View All