Berbakat di Bidang Musik, Ahmad Ghani Al Ghifari Bakal Ikut Kompetisi Piano Internasional di Hongkong

Berbakat di Bidang Musik, Ahmad Ghani Al Ghifari Bakal Ikut Kompetisi Piano Internasional di Hongkong

Riauaktual.com - Ahmad Ghani Al Ghifari, putra ketiga dari pasangan Heldrik Evan dan Helvi Yuni, warga Kota Pekanbaru, berhasil menjadi finalis yang akan mewakili Indonesia untuk  bertanding dalam ajang kompetisi bermain piano International Youth Performing Arts Festival 2022 di Hongkong.

Kesempatan bertanding di pentas internasional tersebut, diraih remaja berusia 13 tahun itu usai ia mendapat "Diamond Award" dan dinobatkan menjadi pemenang dalam gelaran kompetisi Indonesia Online Music Festifal (IOMF) 2021 pada Juli lalu.

Prestasi yang diraih Ghani itu pun, tidak terlepas dari bakat dan semangatnya untuk terus mengasah kemampuan di bidang musik. Selain itu, juga berkat dukungan dari kedua orang tua.

"Di tahun 2021 sekitar April, kita coba beranikan diri untuk ikutkan Ghani di  kompetisi online. Alhamdulillah waktu itu Ghani dapat Gold Award.  Selang 3 bulan setelah itu, pada Juli 2201 ada kompetisi lagi dan kita coba lagi, awal niatnya hanya membuat gimana dia lebih survive, lebih percaya diri, ternyata progresnya semakin lama semakin bagus. Alhamdulillah Ghani menang lagi dan dapat Diamond Award," ujar guru piano Ghani, Rozana Devita, Sabtu (18/12/2021).

"Jadi sekarang kita lagi persiapan, karena waktu itu dapat Diamond Award, dia juga menjadi finalis untuk lomba Internasional tahun 2002 di Hongkong," tambahnya.

Lebih lanjut Devita mengatakan, dalam hal belajar piano, Ghani memang memiliki keistimewaan dibandingkan murid pada umumnya. Sebab, hanya dalam kurun waktu 6 bulan belajar, ia mampu menjuarai  lomba tingkat nasional. 

"Dalam kurun waktu 6 bulan belajar piano, Ghani itu udah luar biasa dan udah bisa ikutan kompetisi nasional. Biasanya  paling cepat itu sih satu tahunan, biasanya itu juga baru  cari-cari soul-nya dulu baru ketemu belum bisa untuk kita siapkan untuk kompetisi. Tapi Ghani ternyata bisa lebih dari itu," terang Devita. 

"Ternyata Ghani punya kemampuan berbeda, hearing-nya sangat tajam. Kemudian untuk mengikuti apa yang diajarkan, kalau dimusik biasanya disebut solfegio. Setelah memainkan beberapa lagu, ketahuan kalau ternyata solfegio-nya Ghani luar biasa," tambahnya lagi.

Devita pun berharap, Ghani dapat terus mengasah kemampuannya dan menorehkan prestasi di bidang musik serta menggapai mimpi-mimpinya.

"Kalau saya pribadi ingin Ghani tetap main musik, kita selalu coba usahakan cari-cari iven dan mengikutkan dia dalam iven itu.  Kita ingin dongkrak kepercayaan dirinya dan meyakinkan bahwa dia punya kelebihan dan kemampuannya," ujar Devita.

Berita Lainnya

View All