Festival Kabupaten Lestari di Gorontalo, Wabup Siak Dapat Kesempatan Memukul Hadroh

Festival Kabupaten Lestari di Gorontalo, Wabup Siak Dapat Kesempatan Memukul Hadroh

Riauaktual.com - Wakil Bupati Siak Husni Merza, mendapat kesempatan memukul Hadroh (alat musik untuk mengiringi sholawatan) untuk membuka Festival Kabupaten Lestari (FKL) ke 4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, Sabtu (27/11/2021) kemarin.

Yang menariknya, dikesempatan itu juga, Wakil Bupati Siak yang berlatarbelakang Ustadz tersebut juga memberikan cendramata berupa buku Taman Nasional Zamrud (TNZ).

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, mengucapkan selamat dan sukses kepada Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango sebagai tuan rumah Festival Kabupaten Lestari ke 4 ini. Semoga kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai, "ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat di hubungi via WhatsApp.

Ia menjelaskan, FKL ini sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali. Yakni, di Kabupaten Musi Banyuasin pada 2018, Sumatera Selatan, di tahun 2019 dan Kabupaten Siak, tahun 2020.

Kata dia, kontribusi kabupaten Siak sebagai anggota LTKL, salah satunya membuat kebijakan Siak Hijau dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang melatar belakangi Siak Hijau.

Program Siak hijau tersebut, kata Husni, bentuk respon Pemkab Siak di saat kondisi lingkungan dimana telah terjadi kebakaran hutan yang hebat di tahun 2015.

"Musibah kebakaran hutan dan lahan saat itu, memiliki dampak buruk terhadap ekosistem lingkungan serta berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, karena yang di hasilkan dari kebakaran hutan dan lahan itu munculnya kabut asap," tuturnya.

Lanjutnya, ini juga sudah dijalankan dengan LPJMD kabupaten Siak dengan memenuhi indikator pembangunan daerah.

Yang mana di dalam LPJM tersebut, Siak Hijau sudah dituangkan sebagai satu komitmen pemerintah daerah dan stakeholder untuk melestarikan dan kebelanjutan sumber daya alam, pembanggunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"LPJM Siak Hijau sudah dituangkan ke dalam Peraturan Bupati. Tahun ini, di tingkatkan menjadi Perda. Siak Hijau pengelolaanya tentu berdasarkan pelestarian dan keberlanjutan termasuk juga upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, PAD bagi daerah. Melalui pola pemanfaatan SDA, melalui perlindungan dan hilirisasi dan intensifikasi juga sudah ditetapkan peta jalan Siak Hijau ada zonasi konservasi, kehutanan dan perkebunan dan Industri termasuk zonasi pertanian dan pemukiman," terangnnya.

Siak juga sudah melakukan kajian rencana perlidungan pengelolaan lingkungan hidup yang di usulkan melalui Peraturan Daerah. Sudah membuat target indeks kwalitas lingkungan hidup, indek kualitas air dan indeks kwalitas udara.

"Termasuk komitmen Sedagho Siak CSO lingkung yang didalamnya tergabung 23 NGO yang bergerak di bidang lingkungan. Siak Hijau ini sudah melakukan rencana aksi dalam mengelolaan lingkungan yang baik dalam menurunkan emisi dan penurunan karbon dalam rangka pemenuhan ruang bagi ekonomi masyarakat yang sejalan dengan visi misi Kabupaten Siak,"paparnya. 

Evaluasi monitoring juga dilakukan dalam rangka pendekatan Yuridiksi dimana melibatkan komitmen para pihak swasta dan NGO sedang dikembangan monitoring dan evaluasi yang membuat indikator input dan output kebijakan program yang dilakukan semua pihak sehingga dapat di ketahui seberapa besar berdampak pada indikator itu. Hasil dari monitoring ini akan di tuangkan melalui webside Siak Hijau sehingga publik dapat melihat kinerja Siak Hijau. 

"Termasuk saat ini kita sedang mengembangkan laboratorium Albumin, yang sudah berjalan. Ini termasuk juga dalam rangka mendukung Siak Hijau. Leb ini hanya menerima ikan gabus Dari budidaya atau kerambah tidak dari alam. Tujuanya agar ekosistem ikan gabus yang hidup di air gambut terjaga,"tandasnya. (Infotorial)

Berita Lainnya

View All