Riauaktual.com - Baru-baru ini, sebuah studi terbaru mengungkapkan, bahwa ibu hamil yang mendapat paparan sinar matahari lewat berjemur lebih banyak pada trimester pertama dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dan keguguran.
Studi yang terbit pada Juli 2021 di Frontiers in Reproductive Health, menganalisis catatan kesehatan sekitar 400 ribu ibu hamil dan lebih dari 500 ribu bayi yang lahir di Skotlandia setelah 24 minggu kehamilan.
Dikutip dari Verywell Health, untuk mengukur paparan sinar matahari, para peneliti lalu memeriksa silang data dengan catatan cuaca dari kerangka waktu yang sama. Hasilnya menunjukkan bahwa risiko kelahiran prematur secara keseluruhan sebesar 6 persen.
Namun, jumlah tersebut menurun bagi ibu hamil yang terpapar sinar matahari lebih banyak pada trimester pertama. Peneliti mengungkapkan, mereka mengalami kelahiran prematur dan keguguran 10 persen lebih rendah dibanding yang kurang terpapar sinar matahari. Sementara itu, peneliti tidak menemukan hubungan tersebut pada trimester kedua.
"Ini membuka mekanisme baru dan jalur terapi potensial untuk mencegah kelahiran prematur," tulis para peneliti.
Alasannya
Diketahui, studi ini tidak meneliti alasan sinar matahari dapat mengurangi risiko kelahiran prematur. Namun, Sarah Stock, PhD, peneliti kedokteran ibu dan janin di The University of Edinburgh, menjelaskan bahwa ada beberapa teori yang mendukung keberhasilan itu.