Anggota Dewan Meradang, Pembangunan Kios Pasar Induk Ternyata Tetap Dilanjutkan

Sabtu,18 Januari 2020 - 14:57:29 WIB Di Baca : 265 Kali

Riauaktual.com - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi meradang, pasalnya Politisi PKS ini mendapati pembangunan kios pasar induk yang dikeluhkan warga tetap dilanjutkan. Mulyadi meminta agar kios tersebut segera dibongkar.

"Tetap dibangun, padahal menyalahi, kita minta bongkar," tegas Mulyadi, Ahad (18/1/2019).

Dikatakan Mulyadi, selain menyalahi, pihak kontraktor proyek pembangunan pasar induk Kota Pekanbaru ini juga dinilai telah mengabaikan masukan dan aspirasi dari warga setempat, yang selama ini merasakan dampak buruk atas adanya pembangnan kios-kios pasar induk.

"Karena dengan munculnya pembangunan kios-kios baru di Pasar Induk, telah mengakibatkan lingkungan warga terendam banjir. Kita meminta agar pembangunan kios tersebut di-stop untuk sementara waktu sampai mereka pihak yang melakukan pembangunan bisa menunjukkan sket rencana pekerjaan sesuai dengan perizinan," pinta Mulyadi.Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru telah melakukan kunjungan lapangan terhadap pembangunan pasar induk tersebut. Sebab, warga sekitar proyek pembangunan pasar induk merasa dirugikan karena pembangunan pasar ini mengakibatkan pemukiman warga banjir di sekitaran lokasi pembangunan yakni di Jalan Soekarno Hatta Ujung (Arengka), Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan

Dampak pembangunan itu, mengakibatkan banjir di enam perumahan yang ada di sekitar pasar induk. Disampaikan warga kepada DPRD Pekanbaru, bahwa sejak ada pembangunan pasar induk, lingkungan perumahan di sekitarnya mengalami banjir saat hujan turun. Dan sampai saat ini juga belum ada respon baik dari pengembang atau kontraktor pembangunan pasar induk untuk memperhatikan lingkungan.

Banjir ini diakibatkan ditinggikannya kawasan pasar induk dan pihak kontraktor tidak membangun parit sehingga air menggenangi pemukiman warga saat hujan turun

Sejak pembangunan pasar induk ini, warga menderita. Saat hujan pemukiman warga banjir parah, jalan berlumpur dan licin.

Pihak pengembang saat diminta sketsa pekerjaan mereka, juga tidak bisa memperlihatkan, karena DPRD mencurigai adanya muncul pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan awal dalam perizinan. Ada kios-kios baru yang dikerjakan yang awalnya tidak ada dalam pengajuan perizinan. Parahnya lagi, kios itu dibangun sepadan langsung jalan masyarakat tanpa dibangun parit, yang menyebabkan kebanjiran.

Loading...




Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com