PEKANBARU (RA) - Polda Riau melepas ratusan peserta program mudik bersama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam kegiatan itu, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi membacakan amanat Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat Indonesia.
"Pada hakikatnya, mudik merupakan perjalanan pulang ke kampung halaman yang dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam perspektif sosial, mudik menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan dan menjaga nilai-nilai budaya," ujar Hengki, Selasa (17/3/2026).
Hengki menyebut, tradisi mudik kini telah menjadi fenomena nasional yang mencerminkan karakter masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kebersamaan dan silaturahmi.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen penduduk Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan selama angkutan Lebaran 2026. Lonjakan ini berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalur utama.
Meski demikian, mudik juga berdampak positif karena mengurangi kepadatan di kota besar saat sebagian warga kembali ke kampung halaman.
Untuk mendukung program tersebut, Polda Riau menyiapkan empat armada bus, terdiri dari dua bus besar dan dua bus kecil dengan kapasitas 140 hingga 160 penumpang.
Para pemudik diberangkatkan ke sejumlah daerah, seperti Bukittinggi dan Solok di Sumatera Barat, Rantau Prapat di Sumatera Utara, hingga Padang Sidempuan melalui Rokan Hulu.
Selama perjalanan, rombongan mendapat pengawalan dari personel kepolisian guna menjamin keamanan dan kenyamanan.
"Kelancaran transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menyangkut distribusi logistik, aktivitas ekonomi, serta stabilitas sosial," jelasnya.
Sementara itu, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menegaskan pihaknya mengoptimalkan pengamanan lalu lintas selama mudik.
"Kami berkomitmen mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia melalui penguatan Kamseltibcarlantas, peningkatan pengawasan di jalur rawan, serta pelayanan maksimal di pos pengamanan dan pos pelayanan," ujarnya.
Hengki juga mengimbau pemudik untuk menjaga kondisi fisik, memanfaatkan rest area, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Salah satu peserta mudik, Rahmat Syarif, mengaku terbantu dengan program tersebut. Pengemudi ojek online asal Rantau Prapat itu menyebut program ini sangat meringankan beban masyarakat.
"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut," ungkapnya.