Soal Ranjau Paku

Samsul Bahri: Jangan Sudutkan Pengusaha Tambal Ban

Samsul Bahri: Jangan Sudutkan Pengusaha Tambal Ban
Ilustrasi ranjau paku. FOTO: int

PEKANBARU, RiauAktual.com - Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Samsul Bahri SPd, menegaskan, agar dalam kasus penebaran ranjau paku yang saat ini heboh di Kota Pekanbaru, tidak berimbas kepada tersudutkannya penyedia jasa tambal ban. Sebagai wakil rakyat, Samsul mengaku tidak setuju jika pelaku penebar ranjau paku dikait-kaitkan dengan tukang tambal ban.

"Saya tak yakin dilakukan oleh tukang tambal ban, saya mohon janganlah memojokkan tukang tambal ban. Pelaku yang menebar paku di jalan itu adalah kelompok orang yang merupakan masuk kepada kenakalan," sebut Samsul saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, sejak naiknya barita tentang ranjau paku yang dikait-kaitkan dengan tukang tambal ban yang ada di pinggiran jalan raya, dirinya membaca berita tersebut merasa miris. "Karena tak mungkin orang cari makan untuk anak iterinya dengan cara sesadis itu," paparnya.

Dikatakan sadis karena kelakuan penebar ranjau ini, sebut Samsul, dapat menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Bagaimana tidak, ketika ban kenderaan terkena paku dan bocor, maka kendaraan oleh berakibat terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

"Maka kelakuan penebar ranjau paku ini bukan hanya merusak kendaraan saja, melainkan mengakibatkan hilangnya nyawa orang," tuturnya.

Samsul juga menghimbau, kepada pelaku ranjau paku diminta agar tidak lagi menebar paku di jalan. Sebagai warga Kota Pekanbaru yang kental budaya melayunya, seluruh masyarakat dituntuk menjunjung tinggi etika dan cara berperilaku yang baik.

"Tak ada untungnya, malahan dampaknya sangat besar sekali. Saya dengar banyak kendaraan yang kecelakaan karena terkena ranjau paku ini, rata-rata kendaraan roda empat. Kan kasihan, apa salah mereka kok diperlakukan seperti itu. Marilah kita sama-sama jaga keamanan dan kenyamanan di kota kita ini," imbuhnya. (rrm)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index