Pemerintah Diminta Duduk Lagi Dengan Guru Sebelum Potong Gaji Untuk Zakat

Pemerintah Diminta Duduk Lagi Dengan Guru Sebelum Potong Gaji Untuk Zakat
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Kamaruzaman SH. FOTO: riki

PEKANBARU, RiauAktual.com - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Kamaruzaman SH, menilai persoalan zakat yang ditarik dari guru perlu didudukkan lagi dengan para guru, sebab tak semua guru setuju pemotongan gaji untuk zakat tersebut. Hal ini terungkap saat guru melakukan aksi komplen di Kantor Walikota beberapa waktu lalu.

Kamaruzaman beranggapan, agar persoalan zakat ini bermuara kepada sasaran awal yakni untuk beramal, maka pemberi zakat diminta ikhlas dan tepat. Dalam artian pemberi zakat memang layak dari segi gaji dan golongannya sebagai pegawai negeri sipil.

"Karena tak semua guru gajinya besar. Kita minta sesuaikan zakat ini dengan kondisi gaji gurunya. Perlu pemerintah duduk bersama guru untuk masalah zakat ini," ungkap Kamaruzaman, saat dikonfirmasi di DPRD, Senin (25/11/2013).

Dengan adanya duduk bersama guru dan pemerintah untuk menjelaskan persoalan zakat ini, maka dipertanyakan lagi kepada para guru, apakah untuk pemotongan gaji sebagai zakat diberlakukan untuk kalangan guru atau pejabat saja.

Apalagi, menurut informasi yang diperoleh politisi Partai Demokrat ini, bahwa pemotongan gaji tersebut bukan untuk zakat semata melainkan untuk sumbangan pembelian sepeda untuk murid.

"Saya tidak berbicara dalam aspek agama tapi lembaga, ada simpanan untuk zakat tapi ada perubahan, ternyata dibelikan sepeda untuk keperluan sekolah, ada apa tidak persetujuan guru, apa ikhlas atau tidak," tanya Kamaruzaman.

Agar lebih afdhal, dalam zakat ini untuk potongan zakat sebaiknya dibebaskan kepada guru, mau apa tidaknya dipotong. "Kan zakat itu sesuai golongan tertentu yang sudah sesuai nisabnya, ini yang perlu diperhatikan," pungkasnya. (rrm)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index