Ardi, Siswa SD yang Rela Putus Sekolah demi Merawat Sang Ibu. Foto/Kompas.com

Kisah Ardi, Siswa SD yang Rela Putus Sekolah demi Merawat Sang Ibu

Jumat,11 Mei 2018 - 13:03:31 WIB Di Baca : 1698 Kali

Riauaktual.com - Ardiansyah Bayu Saputra, bocah berusia 11 tahun, warga Desa Kandangrejo, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur, sempat rela putus sekolah karena menunggu dan merawat ibunya yang sedang sakit.

Bahkan ia rela tidak masuk sekolah dalam beberapa bulan terakhir, lantaran tidak tega meninggalkan ibunya, Fitri Maya Wulandari (34), yang tengah mengalami sakit seorang diri di rumah. Karena ayahnya, Puryanto (39), harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Awalnya sih bapak yang jaga, jadi bapak sempat tidak kerja karena menunggu ibu. Kemudian bapak kerja lagi, ganti saya yang jaga ibu, makanya saya sempat nggak masuk sekolah. Kasihan, ibu sudah nggak bisa apa-apa, jadi harus ada yang menjaga,” tutur Ardi-sapaan akrabnya saat ditemui Kompas.com, Kamis (10/5/2018).

Ardi yang tercatat duduk di bangku kelas lima Sekolah Dasar (SD) Negeri Kandangrejo, memang tidak langsung meninggalkan bangku sekolah. Meski pada saat itu, sang ayah sudah kembali bekerja.

“Sempat saya masih masuk (sekolah), dengan setiap kali saat istirahat, saya pulang ke rumah untuk melihat ibu. Termasuk memberi makan ibu, karena ibu memang sudah nggak bisa apa-apa lagi,” jelasnya.

Namun seiring perjalanan waktu, dengan kondisi Fitri yang terus membutuhkan perhatian ekstra, membuat Ardi memutuskan untuk tidak masuk sekolah. Sebab, ayahnya memiliki pekerjaan sebagai buruh tani serabutan yang tidak bisa ditinggalkan guna mencukupi kebutuhan keluarga.

“Kami hanya tinggal bertiga di rumah ini, jadi pilihan harus dilakukan seiring dengan kondisi istri saya yang seperti itu (terus memburuk). Saya sendiri nggak bisa menunggu terus, karena saya juga harus bekerja untuk menghidupi keluarga. Makanya, Ardi kemarin yang rela kemudian nggak sekolah,” kata Puryanto.

Puryanto mengaku dalam hati kecilnya, ia tidak tega melihat Ardi putus sekolah demi menjaga istrinya. Namun ia berpikir, keluarga kecilnya juga membutuhkan pemasukan untuk mencukupi biaya kehidupan sehari-hari.

“Terus terang, siapa yang tega melihat anaknya tidak bersekolah? Tapi mau bagaimana lagi, nggak ada orang lain, selain saya dan Ardi. Sedangkan saya sendiri bukan asli orang sini, sementara saudara-saudara kandung dari istri saya, semuanya sudah merantau dan tinggal di Kalimantan,” ucap dia.

Sudah kembali bersekolah

Setelah mendapat saran, desakan, maupun masukan dari banyak pihak, Ardi akhirnya kembali bersekolah. Ia pertama kali kembali melakukan aktivitas belajar di SD Negeri Kandangrejo, pada Senin (7/5/2018) lalu.

“Benar, Mas, sudah kembali sekolah sejak Senin kemarin. Sudah ketemu teman-teman dan bapak serta ibu guru, senang bisa ketemu dengan mereka semua,” tutur Ardi.

Dengan bantuan dari beberapa pihak, Ardi juga mengakui sudah mendapat bantuan dari beberapa pihak dalam menunjang aktivitas dirinya kembali bersekolah. Mulai dari perlengkapan sekolah hingga sepeda yang memudahkan dirinya untuk berangkat ke sekolah.

“Tapi saya masih sering kepikiran dengan kondisi ibu saat di sekolah, meski saat saya sekolah ibu kini sudah ada yang menunggu. Namanya Mbah Sukemi dan Mbah Jaimin, masih saudara ibu kata orang-orang,” terangnya.

Usia Mbah Sukemi dan Jaimin yang sudah tergolong uzur itulah membuat Ardi tetap merasa kepikiran dengan keadaan ibunya. Apalagi dengan penyakitnya, selain tidak bisa beraktivitas, ibunda Ardi juga sudah tidak lagi ingat dengan apa yang ada di sekitarnya. (Wan)

 

Sumber: Kompas.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...