Gara-gara Kopi, Janda dan Anaknya Dibunuh

Gara-gara Kopi, Janda dan Anaknya Dibunuh
illustrasi (int)

SIAK (RA) - Setelah beberapa waktu melakukan pengejaran, akhirnya pembunuh janda Mahmuda (40) dan anaknya Arif (10) warga Kecamatan Koto Gasib, berhasil dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak di tempat persembunyiaanya di Pekanbaru, Rabu (05/12/2012) kemarin. Pelaku harus dihadiahi dengan 2 timah panas di betis kanan dan kirinya karena berupaya kabur saat disergap.

Bukan itu saja, polisi juga berhasil menangkap penadah hasil curian korban berupa satu unit sepeda motor dan handphone milik korban. "Setelah melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi nama pelaku, kita melakukan pengejaran dan berhasil kita bekuk di salah satu agen travel bus jurusan Medan. Tersangka pembunuhan tersebut yakni Marbun (30) warga Kecamatan Lubuk Pakam, Medan," terang Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono melalui Kasubag Humas AKP R.Simamora.
 
Dikatakannya, pihaknya terpaksa menembak pelaku di kedua kakinya karena saat penangkapan pelaku mencoba kabur. "Sementara untuk penadah sepeda motor curian milik korban yakni Rendi (25) sudah terlebih dahulu kita bekuk," imbuhnya.

Simamora yang saat memberikan keterangan didampingi Kasat Reskrim AKP Wisnu Wibianto juga menjelaskan terkait motif pelaku hingga tanpa belas kasih menghabisi korban dan anaknya. "Untuk motifnya, sementara ini diketahui karena pelaku sakit hati kepada korban akibat minta kopi namun tidak dilayani korban, sehingga timbul dendam di hatinya yang akhirnya membuat pelaku nekat menghabisi nyawa korban," ujarnya.
 
Lanjutnya, pelaku menghabisi korban dan anaknya dengan cara masuk ke rumah korban saat korban terlelap tidur setelah seharian menjaga kedai kopinya. Saat itu tersangka langsung memukul Mahmuda dengan sebatang kayu, sementara Arif yang terbangun karena mendengar ribut-ribut, juga dipukul korban dengan kayu yang sama hingga keduanya terkapar bersimbah darah.

Selain itu, imbuh Simamora, pelaku juga sempat menggigit buah dada korban Mahmuda dan menusuk kemaluannya dengan jari. Puas melampiaskan dendamnya, pembunuh berdarah dingin inipun menguras harta benda korban berupa sepeda motor, HP dan uang tunai serta langsung melarikan diri ke Maredan dan menjual sepeda motor dengan harga 1 juta kepada Rendi. (RA14)

Berita Lainnya

index