Current Date: Selasa, 27 Februari 2024

Diiris Cuter dan Disiram Jeruk Nipis, Tubuh Briptu Joko Akan Dimutilasi

Diiris Cuter dan Disiram Jeruk Nipis, Tubuh Briptu Joko Akan Dimutilasi
Briptu joko korban pembacokan.RA11

PEKANBARU (RA) - Pasca kasus penganiayaan anggota Polresta Pekanbaru, yakni Briptu Joko P, terungkap bahwa pelaku awalnya sudah berniat akan menghabisi dan memotong-motong tubuh alias mutilasi korban, karena pelaku menganggap korban telah berkhianat.

Hal ini terungkap dari pengakuan korban setelah kondisi terakhir korban, Ahad (18/11/2012) di ruang VIP A rumah sakit Bhayangkari Polda Riau, sudah mulai membaik. Dalam keterangannya saat korban dibawa ke lokasi eksekusi di daerah Kubang Raya, korban sempat mendengar ucapan yang disampaikan tersangka Zainul alias Inul yang saat ini mendekam di balik jeruji besi Polresta Pekanbaru mengatakan kepada korban 'Kami akan memutilasi kamu agar orang tidak mengenal wajah dan identitasmu, namun sebelum kami memutilasi, kau kami siksa dulu'.

Singkat cerita korban, berawal tersangka Inul kembali menelpon korban dengan menggunakan nomor lain yakni milik salah seorang oknum TNI berinisial Ys dengan perkataan yang sama, meminta korban datang ke rumahnya. Karena merasa perlu, korban pun berangkat ke rumah tersangka dengan menggunakan sepeda motor milik adiknya. Sesampai di rumah tersangka, korban selanjutnya duduk di ruang tamu.

Seketika itu tersangka mengeluarkan satu pucuk senjata api laras panjang, dan tersangka sempat menanyakan kepada korban, ini senjata apa. Lalu dijawab korban kalau itu senapan angin kliber 5,5 m. Lalu dijawab tersangka, kok bisa korban mengetahui jenis dan kaliber senapan angin tersebut, selanjutnya tersangka meminta agar korban membuka pakaian seragam kepolisiannya, karena tersangka menyangka kalau ditubuh korban ada alat pelacak.

Seraya itu dikatakan korban lagi, bahwa tersangka Inul sempat mengatakan kepada korban 'kau ini mata-mata dan identitasmu tidak jelas alias palsu, dan kau seorang pengkhianat dan harus mati' Selanjutnya tersangka Inul, meminta kepada Ys untuk pergi membeli pisau kater dan jeruk nipis, seraya tersangka menyerahkan uang pecahan Rp50.000 kepada Ys. Tak lama kemudian Ys datang dengan membawa pisau kater dan jeruk nipis. Saat itu tersangka langsung menyilit lengan korban beberapa kali. Setelah itu, korban dibawa ke dalam kamar yang saat itu ada seorang angota Polri berinisial Np dari Polres Rohul.

Begitu berada di dalam kamar, anggota Polres Rohul tersebut langsung memukul dan menendang perut serta muka korban. Di dalam kamar tersebut, tersangka Inul kembali menyelet tubuh korban dengan menggunakan kater seraya memyiramnya dengan jeruk nipis. Sehingga korban merintih kesakitan. Tak sampai disitu, selanjutnya Inul meminta menyiapkan mobil. Singkat cerita dikatakan Joko, di dalam mobil korban kembali disiksa dengan menggunakan benda keras dan senjata tajam. Sebelum sampai di lokasi eksekusi, muka korban ditutup pakai jaket dan tangan diikat.

Di dalam perjalanan menuju ke lokasi eksekusi itu korban mendengarkan semua perkatakan pelaku yang salahnya satunya akan memutilasi tubuh korban. Untungnya di lokasi eksekusi, ketika pelaku lengah, korban berupaya kabur dan menjeburkan diri ke dalam kolam. Dan saat itu pelaku menyangka korban sudah mati, pasalnya pelaku sempat menembakan beberapa kali senapan anginnya ke dalam air kolam.

Kuasa hukum korban, M Yusup Daeng SH ketika diwawancarai Ahad (18/11) di rumah sakit Bhayangkari mengatakan, melihat kasus ini, jelas murni penganiayaan berat dan bisa dikatakan sadis terhadap korban. "Untuk itu, kita berharap dalam penanggani kasus ini, agar pihak penyidik baik dari intitusi Polri dan TNI agar profesional," terangnya.

Melihat kasus penganiayaan korban Briptu Joko P, banyak keterangan serta informasi didapat dilapangan, bahwa adanya indikasi dugaan terlibatan korban dalam jaringan narkoba, dijawab Yusup Daeng itu opini masyarakat yang mengatakannya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban sudah mulai membaik, namun pihak keluarga korban baik orangtua dan istri korban masih engan untuk dimintai keterangan pasca penganiayaan tersebut. (RA11)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index