Current Date: Selasa, 27 Februari 2024

TKI di Malaysia Diperkosa, SBY Diminta Tegas

TKI di Malaysia Diperkosa, SBY Diminta Tegas
Presiden RI, SBY. int

JAKARTA (RA) – Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjibtaning mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk turun tangan menangani kasus pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Dia yakin kasus seperti itu akan terus terulang jika presiden SBY tak tegas menyikapi kasus pelecehan tersebut.

“Ini kalau tidak will dari presiden SBY, akan berulang terus. Seharusnya, sudah ada seruang ganyang Malaysia. Karena ini jelas kok, telah menginjak-injak harga diri bangsa,” ungkap Ribka, Jumat (16/11/2012).

Pihaknya sebenarnya, ingin memanggil kementerian terkait untuk segera membahas kasus tersebut. Namun, karena dalam masa reses dan birokrasi yang berbelit-belit, pembahasan kasus pelecehan TKI tersebut akan diakukan pada Senin pekan depan.

“Kalau gak reses sudah kemarin kita panggil pemerintah. Birokrasinya ribet, ya besok Senin awal sidang, jam 02.00 kita akan rapat,” jelas dia.

Dia mengakui bahwa tidak banyak yang bisa diharapkan dari pembahasan antara DPR dan pemeritah tersebut. Sebab, menurut dia dari sekian kasus yang telah dibahas antara DPR dan pemerintah masih banyak kasus yang terus menimpa TKI di luar negeri. Oleh sebab itu, politikus PDI Perjuangan itu mendesak agar SBY turun tangan dan bersikap tegas terhadap Malaysia.

“Ini butuh ketegasan SBY, sudah mencoreng bangsa, apalagi yang mencoreng harga diri dan melakukan pelecehan TKI itu aparat hukum Malaysia, seharusnya ada sikap tegas, putus hubungan diplomatik. DPR dan pemerintah sepakat moratorium tapi tetap lagi ada penganiayaan,” imbuhnya.

Apalagi kata dia, kasus dengan Malaysia bukan hanya kali ini saja. “Kita nggak paham, moratorium TKI udah, tapi 5000 masih dikirim, kalau mentalnya masih calo ya tetap akan begini terus, presiden harus punya keberanian, Malaysia itu sudah tanah diakuin, batik diakuin, TKI didiskon. Saatnya putus hubungan diplomatik,” pungkasnya. (RA/okz)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index