PEKANBARU (RA) - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau menyampaikan lima persoalan strategis kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.
Persoalan tersebut meliputi dana bagi hasil (DBH), kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tata kelola keuangan daerah, peredaran narkotika, hingga konflik agraria.
Masukan itu disampaikan dalam audiensi DPD IMM Riau bersama SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Jumat (30/10/2026).
Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein, mengatakan Pemprov Riau perlu lebih aktif menggunakan kewenangannya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Kami meminta Pemerintah Provinsi Riau lebih proaktif dalam mengoptimalkan dan memperjuangkan dana bagi hasil yang berkeadilan. Sebab, DBH memiliki kaitan erat dengan kemampuan daerah dalam melaksanakan pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Alpin.

Selain DBH, IMM Riau meminta pemerintah memperkuat pencegahan karhutla agar penanganan tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah masyarakat kembali terdampak kabut asap.
IMM juga mendorong pembenahan tata kelola keuangan daerah, termasuk pengawasan dan evaluasi terhadap badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan.
"Kami juga mendesak adanya perbaikan tata kelola keuangan, termasuk meningkatkan pengawasan dan mengevaluasi BUMD yang dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan Provinsi Riau," ujarnya.
IMM turut meminta Pemprov Riau mengambil peran lebih aktif dalam pencegahan peredaran narkotika dan membantu penyelesaian konflik agraria yang dihadapi masyarakat.
Menanggapi masukan tersebut, SF Hariyanto menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam menyampaikan kritik dan rekomendasi terhadap jalannya pemerintahan.
Terkait karhutla, SF Hariyanto mengatakan Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi sejak Februari 2026. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, termasuk dampak fenomena El Nino.
"Ketika terjadi kebakaran, Satgas langsung turun ke lokasi. Kuncinya kita berkolaborasi, sehingga Provinsi Riau keluar dari daerah prioritas penanganan karhutla," kata SF Hariyanto.
Dalam audiensi tersebut, SF Hariyanto didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi serta sejumlah kepala biro dan kepala perangkat daerah.
SF Hariyanto mengapresiasi masukan IMM Riau dan berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa terus terjalin sebagai bagian dari evaluasi pembangunan daerah.
"Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang peduli dengan kondisi kita saat ini. Semoga dengan kebersamaan, kita mampu mengatasi berbagai permasalahan," tutupnya.