Pencarian

Podcast Kelupas

Mahasiswa Unilak Geruduk Kantor Gubernur Riau, Soroti Karhutla hingga Beasiswa

Selasa, 20 Oktober 2026 • 16:00:05 WIB
Mahasiswa Unilak Geruduk Kantor Gubernur Riau, Soroti Karhutla hingga Beasiswa
Aliansi Mahasiswa Unilak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

PEKANBARU (RA) - Aliansi Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak kabut asap terhadap kesehatan, kejelasan program beasiswa, hingga dana bagi hasil (DBH) Riau.

Mahasiswa mendesak Pemerintah Provinsi Riau memberikan penjelasan terbuka mengenai penanganan persoalan tersebut.

Mereka menyampaikan tuntutan melalui orasi menggunakan pengeras suara dari atas mobil bak terbuka di depan gerbang kantor gubernur.

Dalam orasinya, Valdi mahasiswa Unilak mempertanyakan, tanggung jawab pemerintah terhadap persoalan karhutla yang dinilai berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Mereka juga menyinggung ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dikaitkan dengan kabut asap di Riau.

Mahasiswa meminta pemerintah menjelaskan langkah penanganan yang telah dilakukan serta pihak yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

"Siapa yang bertanggung jawab?" menjadi salah satu pertanyaan yang disampaikan Valdi dalam orasi.

Selain persoalan lingkungan, mahasiswa Unilak menyoroti program beasiswa di Provinsi Riau. Mereka mempertanyakan kelanjutan program bantuan pendidikan tersebut dan menyampaikan dugaan adanya pemotongan anggaran.

Dalam orasinya, mahasiswa menyebut belum ada penerima baru beasiswa yang mereka persoalkan sejak 2024 hingga saat ini.

Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai status program, mekanisme penyaluran, serta kepastian bantuan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

"Beasiswa tidak ada kejelasan. Bukti nyata mahasiswa tidak lagi diam, hari ini kita datang ke Kantor Gubernur," demikian substansi orasi yang disampaikan Valdi dalam orasinya.

Mahasiswa menegaskan aksi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan atas persoalan yang mereka nilai belum terselesaikan, bukan sekadar mencari perhatian.

Selain karhutla dan beasiswa, tuntutan yang disampaikan juga mencakup persoalan DBH Riau serta tempat hiburan malam.

Aksi Aliansi Mahasiswa Unilak berlangsung di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Berdasarkan agenda Pemprov Riau, aksi semula dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB. Namun, rombongan mahasiswa baru tiba sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum kedatangan mahasiswa, aparat kepolisian bersama personel Satpol PP telah berjaga di dua pintu gerbang kantor gubernur, yakni dari arah Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Cut Nyak Dien.

Setibanya di lokasi, mahasiswa yang mengenakan almamater kuning membentangkan spanduk di depan gerbang. Mereka kemudian menyampaikan tuntutan melalui pengeras suara dari atas mobil bak terbuka.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dijadwalkan menghadiri penyerahan Sertifikat ASEAN Engineers Register 2026 di Hotel Pullman Bandung pada hari yang sama.

Pemprov Riau menjadwalkan Asisten I bersama sejumlah pejabat terkait untuk menerima aksi mahasiswa.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks