PEKANBARU (RA) - Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kesehatan masyarakat Kota Pekanbaru.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mencatat sebanyak 13.850 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap sejak 24 Agustus 2026.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang telah menyelimuti Pekanbaru selama 56 hari, Diskes meningkatkan layanan kesehatan, termasuk memperpanjang jam operasional Puskesmas dan menyediakan pengobatan ISPA secara gratis.
Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto mengatakan ribuan kasus tersebut tercatat sejak 24 Agustus 2026 dan diduga berkaitan dengan paparan kabut asap karhutla.
"Terhitung sejak 24 Agustus 2026, jumlah warga yang terpapar ISPA mencapai 13.850 orang. Karena paparan kabut asap karhutla," kata Hazli, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, seluruh pasien yang tercatat telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan di Kota Pekanbaru. Sebagian pasien sudah pulih, sementara lainnya masih menjalani perawatan.
"Sebagian sudah sehat dan ada juga yang masih dalam perawatan. Tidak ada yang meninggal dunia karena ISPA," jelasnya.
Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan selama kondisi udara memburuk, Diskes menyiagakan Puskesmas dengan jam operasional lebih panjang.
Puskesmas beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada Senin hingga Sabtu. Sementara pada Minggu, pelayanan dibuka hingga pukul 15.00 WIB. Masyarakat yang mengalami ISPA juga dapat memperoleh pengobatan secara gratis.
"Kita sudah menyiagakan Puskesmas agar beroperasi sampai pukul 21.00 WIB, selama Senin-Sabtu. Kemudian hari Minggu beroperasi sampai pukul 15.00 WIB. Serta pengobatan ISPA gratis," katanya.
Selain meningkatkan pelayanan medis, Diskes terus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Edukasi yang diberikan meliputi imbauan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, mengurangi kegiatan di luar ruangan, serta menerapkan pola hidup sehat. Diskes juga rutin membagikan masker gratis kepada masyarakat.
Warga turut diimbau menjaga asupan cairan dengan cukup minum air putih serta mengonsumsi sayuran dan makanan bergizi untuk menjaga kondisi tubuh.
"Kita terus melakukan sosialisasi agar masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Pembagian masker gratis juga terus kita gelar. Kita juga minta agar menerapkan pola hidup sehat, minum air putih, sayur dan sebagainya," jelasnya.
Di sisi lain, Diskes melakukan surveilans setiap hari untuk memantau perkembangan kondisi udara dan kasus ISPA di Pekanbaru. Hasil pemantauan tersebut diperbarui setiap pukul 12.00 WIB sebagai bahan untuk melihat perkembangan situasi kesehatan masyarakat.
"Setiap hari jam 12.00 kita selalu update dari hasil surveilans," ungkapnya.
Diskes juga memastikan ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan oksigen tetap terjaga agar pasien yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan.
Hazli mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, terutama ketika mengalami sesak napas. Warga yang mengalami gejala ISPA diminta segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
"Jadi apabila masyarakat mengalami gejala ISPA, sesak napas segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya.